Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Pengobatan Totok Daun Sirih Palembang, Ini Kata Pemilik
Tangkapan layar video viral pengobatan totok daun sirih di Palembang (TikTok/intan.retno.safit)
  • Video viral totok sirih di Palembang berasal dari unggahan pasien sendiri yang merasa puas, namun menuai kontroversi karena dianggap menyakiti pasien terutama bayi dan anak.
  • Pemilik Rumah Sirih, Ferizka Utami, menegaskan praktik pengobatan tradisionalnya terbuka sejak 2012 tanpa tarif tetap dan hanya menerima biaya sukarela dari pasien.
  • Kuasa hukum menyebut potongan video memicu salah paham, sementara hasil peninjauan IDAI dan KPAI Sumsel tidak menemukan pelanggaran dalam praktik pengobatan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun 2012

Ferizka Utami memulai praktik pengobatan tradisional totok sirih di Rumah Sirih Palembang.

tahun 2014

Intan, salah satu orang tua pasien, mulai rutin membawa anaknya berobat ke Rumah Sirih Palembang.

24 April lalu

Ferizka Utami bersama tim kuasa hukum Sakahira Law Firm menggelar konferensi pers menjelaskan asal-usul video viral dan menegaskan tidak memiliki akun TikTok resmi.

26 April 2026

Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Ferizka menegaskan praktik pengobatan di Rumah Sirih bersifat terbuka dan tanpa tarif tetap. Ia juga meminta masyarakat bijak menyikapi informasi di media sosial.

kini

Rumah Sirih Palembang tetap beroperasi melayani pasien, sementara hasil peninjauan IDAI dan KPAI Sumsel menyatakan tidak ditemukan pelanggaran dalam praktik pengobatan tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebuah video pengobatan alternatif totok sirih di Palembang menjadi viral di media sosial karena menimbulkan perdebatan mengenai metode terapi yang tampak menyakiti pasien, terutama bayi dan anak-anak.
  • Who?
    Ferizka Utami selaku pemilik Rumah Sirih Palembang, didampingi tim kuasa hukum dari Sakahira Law Firm yang dipimpin A. Rilo Budiman, serta pasien bernama Intan sebagai pengunggah video.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Rumah Sirih Palembang, Sumatra Selatan, tempat praktik pengobatan tradisional totok sirih dilakukan sejak tahun 2012.
  • When?
    Konferensi pers digelar pada 24 April 2026, sementara keterangan tertulis diterima pada Minggu, 26 April 2026. Video tersebut telah lebih dulu viral di media sosial sebelum tanggal tersebut.
  • Why?
    Video diunggah oleh pasien karena merasa ada perubahan positif setelah menjalani terapi. Namun unggahan itu memicu komentar negatif dari masyarakat yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya.
  • How?
    Pihak Rumah Sirih menjelaskan bahwa terapi dilakukan dengan teknik totok menggunakan kayu untuk menekan titik saraf sesuai usia pasien. Pemeriksaan dari IDAI dan KPAI Sumsel tidak menemukan pelanggaran dalam praktik tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video ramai di internet tentang tempat berobat di Palembang namanya Rumah Sirih. Orang lihat videonya takut karena dikira anak kecil disakiti. Tapi ibu yang punya tempat itu bilang videonya dibuat oleh orang tua pasien sendiri karena anaknya jadi sehat. Katanya pengobatan pakai daun sirih dan kayu kecil buat tekan titik tubuh, sudah dari lama dilakukan. Ibu itu juga bilang tidak ada harga khusus, orang boleh bayar seikhlasnya. Dokter dan petugas anak-anak sudah datang cek dan tidak lihat salah apa-apa. Sekarang tempat itu masih buka dan tetap bantu orang sakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Viral video di media sosial (medsos) yang menampilkan pengobatan alternatif totok sirih di Palembang. Sebelumnya, video itu menimbulkan memunculkan kontroversi akibat cara pengobatan atau terapi yang seolah seperti menyakiti pasien khususnya pada bayi dan anak.

Faktanya, video yang sempat ramai diperbincangkan disebut pihak pengelola pengobatan alternatif berasal dari unggahan pasien sendiri. Video sengaja ditayangkan publik, karena pasien merasakan perubahan positif usai menjalani pengobatan di Rumah Sirih.

1. Pengobatan totok daun sirih praktik sejak tahun 2012

keterangan Owner Rumah Sirih Palembang, Ferizka Utami didampingi tim kuasa hukum dari Sakahira Law Firm, dipimpin A. Rilo Budiman dalam konfrensi pers 24 April 2026 (Dok. Kuasa hukum)

Menurut keterangan Owner Rumah Sirih Palembang, Ferizka Utami didampingi tim kuasa hukum dari Sakahira Law Firm, dipimpin A. Rilo Budiman dalam konferensi pers 24 April lalu, dijelaskan, dirinya tak memiliki akun TikTok resmi dan hanya punya Instagram untuk media informasi.

“Pasien yang mengunggah sendiri karena merasa anaknya mengalami perubahan positif kesembuhan setelah menjalani pengobatan rutin. Namun, video itu kemudian disertai komentar negatif dari pihak yang tidak mengetahui kondisi sebenarnya,” ujar Ferizka, dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Minggu (26/4/2026).

Dia menegaskan, praktik pengobatan yang dilakukan di Rumah Sirih berlangsung terbuka dan telah berjalan dari tahun 2012. Ferizka menyebut, metode yang digunakan berupa totok sirih dan merupakan terapi tradisional. Pengobatan tersebut menggunakan media kayu untuk menekan titik saraf tertentu dan disesuaikan dengan usia pasien mulai dari bayi hingga usia lanjut (lansia).

2. Pengobatan totok daun sirih tidak mematok tarif khusus bagi masyarakat

Tangkapan layar video viral pengobatan totok daun sirih di Palembang (TikTok/intan.retno.safit)

Diketahui, ketika praktik berlangsung, Ferizka tidak menetapkan tarif khusus dalam pelayanan. Dia menegaskan bila pasien diperbolehkan memberikan biaya secara sukarela kepadanya.

“Kami tidak mematok tarif, semuanya seikhlasnya. Harapannya, masyarakat dari berbagai kalangan tetap bisa mendapatkan pertolongan,” kata dia.

Ferizka mengaku, viralnya video di medsos tak luput dari dampak negatif. Namun katanya, dari sisi lain ia masih merasakan efek positif. Kata Ferizka dari segi baiknya, Rumah Sirih makin dikenal masyarakat luas. Namun di sisi lain, muncul tudingan yang dinilai tidak berdasar.

“Saya tidak ingin viral karena konflik atau tuduhan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kalau viral, saya ingin karena membantu masyarakat menjadi sehat,” ujarnya.

Ferizka pun meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami tetap buka seperti biasa dan melayani masyarakat. Tidak ada paksaan. Kalau cocok silakan lanjut, jika tidak, silakan mencari pengobatan lain,” jelas dia.

3. Pengobatan totok sirih sudah ditinjau langsung IDAI dan KPAI Sumsel

Kunjungan IDAI dan KPAI Sumsel ke lokasi pengobatan totok sirih di Palembang (Dok. Kuasa hukum Ferizka Putri)

Sementara, kata tim kuasa hukum dari Sakahira Law Firm yang dipimpin A. Rilo Budiman menilai, informasi yang beredar di medsos tidak utuh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Datang dan buktikan langsung, jangan hanya menilai dari potongan video,” ujar Rilo.

Lebih lanjut jelas dia, sejumlah pihak telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengobatan. Yakni dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Selatan serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumsel.

“Hasil peninjauan tersebut disebut tidak menemukan adanya pelanggaran dalam praktik yang dilakukan,”jelas dia.

Salah satu orang tua pasien Intan, sekaligus pemilik akun yang mengunggah video viral tersebut, menambahkan, unggahan yang ramai di publik memang dibuat atas inisiatif pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

“Anak saya sehat, tidak ada luka atau memar. Saya justru senang karena ada perkembangan setelah berobat di Rumah Sirih. Saya sudah rutin sejak 2014," kata Intan.

Editorial Team