Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Unsri Rencanakan Penguatan Riset Ketahanan Pangan dan Energi
Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Universitas Sriwijaya berencana memperkuat riset ketahanan pangan dan energi melalui optimalisasi fakultas pertanian dan teknik.

  • Penguatan riset dilakukan lewat kolaborasi lintas instansi, pertukaran mahasiswa, serta peluang beasiswa luar negeri untuk mendorong inovasi di bidang pertanian dan energi berbasis potensi lokal Sumatra Selatan.

  • Unsri menjalin sinergi dengan Balai Karantina dalam program Practitioner Goes to Campus guna mendukung pembelajaran ketahanan pangan, didukung status PTNBH yang memberi otonomi akademik dan keleluasaan pengelolaan kampus.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Universitas Sriwijaya merencanakan penguatan riset di bidang ketahanan pangan dan energi melalui kolaborasi lintas instansi serta optimalisasi potensi sumber daya lokal.
  • Who?
    Rektor Universitas Sriwijaya, Taufik Marwa, bersama dosen, mahasiswa, serta mitra seperti Balai Karantina dan institusi luar negeri termasuk Malaysia.
  • Where?
    Kegiatan dan rencana riset berlangsung di lingkungan Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan, dengan kerja sama internasional di beberapa negara tetangga.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 28 Mei 2026. Kolaborasi terbaru tercatat dilakukan pada April 2026 dalam kegiatan Practitioner Goes to Campus.
  • Why?
    Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional melalui inovasi berbasis riset serta mendukung program pendidikan yang digagas pemerintah pusat.
  • How?
    Penguatan dilakukan lewat penelitian terpadu antar fakultas, pertukaran mahasiswa, peluang beasiswa luar negeri, serta sinergi dengan lembaga karantina dan mitra internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Universitas Sriwijaya mau bikin riset tentang makanan dan energi supaya Indonesia kuat dan tidak kekurangan. Rektornya namanya Pak Taufik. Mereka kerja sama dengan banyak tempat, juga dengan Malaysia. Ada dosen dan mahasiswa yang ikut belajar dan meneliti. Sekarang mereka terus bikin ide baru biar hasilnya bagus untuk semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sriwijaya (Unsri) berencana mewujudkan riset dan pembaruan ilmu dari bidang pangan dan energi.

"Semuanya bisa kita optimalkan. Ketahanan pangan kita akan optimalkan dari fakultas pertanian dan ketahanan energi di fakultas teknik," ujar Rektor Unsri Taufik Marwa dikutip, Kamis (28/5/2026).

1. Riset kampus untuk melahirkan inovasi terbarukan

Rektor Unsri Taufik Marwa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurutnya, penguatan riset ketahanan pangan dan energi dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi dan lintas sektor. Harapannya dapat membangun hilirisasi energi maupun pertanian dengan optimalisasi potensi sumber daya Indonesia, khusunya dari komoditas unggulan Sumatra Selatan.

"Kolaborasi berbasis riset dapat mempercepat pengembangan inovasi," kata dia.

2. Penguatan riset tak perlu bentuk prodi baru

Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain penguatan riset dari SDA, lewat potensi tenaga pendidik dan mahasiswa berkualitas, program penguatan ketahanan pangan juga energi dari industri perguruan tinggi dapat dilakukan dengan kerjasama pertukaran mahasiswa maupun peluang beasiswa ke luar negeri lewat penelitian.

Terbaru, Universitas Sriwijaya konsisten menjalin komunikasi dengam negara tetangga sepeti Malaysia dalam melakuka penelitian berbasis pertanian maupun energi. Harapan ke depan, bidang ilmu terkait dapat menciptakan inovasi baru yang bermanfaat di dalam maupun luar kampus.

"Kita berusaha untuk mendukung itu (riset dan penguatan ketahanan pangan dan energi). Tidak mesti kita bentuk prodi dan fakuktas baru. Kita bisa optimalkan prodi yang sudah ada," jelas dia.

3. Status PTNBH Unsri mendorong pembentukan atau penutupan prodi dengan mudah

Universitas Sriwijaya (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Berdasarkan kolaborasi terbaru, Unsri pada April 2026 menjalin sinergi dengan instansi Balai Karantina bersama Fakultas Pertanian dalam Practitioner Goes to Campus sebagai bagian dari perkuliahan mata kuliah Karantina Tumbuhan.

Dalam kegiatan itu tema yang diangkat adalah “Indonesian Quarantine: The Silent Hero Behind Food Security. Kerjasama perguruan tinggi dan praktisi lapangan diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran pada bidang khusus yang memiliki peran strategis dalam menjaga sumber daya hayati serta ketahanan pangan nasional.

"Unsri saat ini dengan otonomi akademik setelah berstatus PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) memiliki kewenangan penuh dan kemandirian dalam mengelola tata kelola, keuangan, sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan). Ini mendorong kampus lebih sederhana dalam pembukaan atau penutupan program studi untuk menjalankan program yang diintruksikan pemerintah pusat," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article