Palembang, IDN Times - Selama lebih dari satu dekade, Ferdi Winanda Gapella menjadi nasabah aktif di Bank Negara Indonesia (BNI). Kepercayaan Ferdi jatuh pada bank yang sudah berdiri sejak tahun 1946 tersebut karena lebih mudah bertransaksi dan menjamin keuangannya bisa tersimpan dengan baik.
Tahun 2011, menjadi titik awal Ferdi masuk sebagai nasabah. Segala keunggulan perbankan dengan tagline “Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa” membawanya masuk dan mempercayakan seluruh keuangan untuk dikelola dengan baik.
“Saya mendaftar sebagai nasabah di Kantor Cabang Prabumulih tahun 2011 lalu sebagai tabungan utama,” kata Ferdi.
Selama menjadi nasabah di BNI, Ferdi merasa seluruh pelayanan yang dirasakan mencukupi kebutuhannya. Ia semakin jatuh hati kepada Bank BNI setelah bank tersebut bertransformasi ke keuangan digital dengan meluncurkan aplikasi wondr pada 2024 lalu.
Segala kebutuhan akan pelayanan perbankan yang cepat tanpa bertele-tele sangat dirasakan. Sehingga ia pun tak ingin berpaling ke bank lain.
Bahkan, Ferdi kini memiliki dua rekening bank BNI sekaligus. Pertama, sebagai rekening simpanan tabungan, dan kedua, rekening payroll sekaligus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Paling sering bayar listrik lewat wondr BNI langsung, terus untuk jajan pakai QRIS. Kenapa harus BNI? Karena layanan digitalnya simple, mudah, tampilan menu rapi dan keamanan terjaga. Termasuk pengamanan data masuk harus pakai biometrik. Saya menyiapkan (tabungan) buat biaya sekolah. Harapannya, nanti keuangan bisa terkontrol dan ter-manage dengan baik," katanya.
Layanan kecanggihan aplikasi wondr ini turut dirasakan oleh Hartini, seorang guru di sekolah dasar swasta di Palembang.
Tini, panggilan akrabnya, sudah empat tahun menjadi pengguna mobile banking BNI. Namun, setelah mobile banking beralih menjadi wondr, akses keuangan digital makin inovatif. Apalagi, melalui wondr ia bisa mengikuti undian dengan menukar poin dari berbagai transaksi.
"Senang saja bisa tukar poin, kan gak tahu rezeki. Semakin sering transaksi, makin banyak dapat poin dan peluang dapat kesempatan undian berhadiah," jelas dia.
Beda lagi dengan Latifah, nasabah Bank BNI di Musi Rawas. Kecanggihan BNI wondr membantunya mempermudah berbisnis sederhana dan berdagang sebagai pemilik warung eceran. Barcode QRIS, katanya, membuat para pembeli mudah bertransaksi tanpa harus memegang uang fisik sebagai alat pembayaran.
“Banyak warga yang belanja membayar cashless. Akhirnya saya memilih BNI sebagai alat pembayaran. Karena di sini (Musi Rawas) kebanyakan pakai (BNI), saya juga membuka rekening khusus. Baru dua tahun ini, tapi proses uang masuk sejauh ini lancar," ujar Ifa, sapaan akrabnya.
Ifa berharap, dari akses digital BNI, ke depan keamanan nasabah makin terjaga dan pengguna aplikasi kian luas. Ia juga berharap, jaringan ketika transaksi tidak mengalami kesulitan dan hambatan signifikan.
