Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pria di Empat Lawang Diduga Akhiri Hidup di Toilet Warung Bakso

Polisi saat mengevakuasi jenazah korban bunuh diri di Empat Lawang. (Dok. Polsek Tebing Tinggi)
Polisi saat mengevakuasi jenazah korban bunuh diri di Empat Lawang. (Dok. Polsek Tebing Tinggi)
Intinya sih...
  • Saksi Lin menemukan jasad korban di WC warung bakso
  • Keluarga tidak bersedia autopsi, dugaan bunuh diri karena tekanan ekonomi
  • Pentingnya pencegahan bunuh diri dan layanan konseling kesehatan jiwa
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Empat Lawang, IDN Times -Warga Pasar Ilir, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang Sumatra Selatan digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam WC rumah makan Bakso Cuangki, Sabtu (10/1/2026). Dari posisi jasad, diduga korban bernama Wawan (40), nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

Pria itumerupakan warga Kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi. Jasad Wawan ditemukan pertama kali oleh Lin, warga Kelurahan Pasar, sekira pukul 06.00 WIB.

1. Saksi Lin kaget saat menemukan jasad korban

Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Herman Akhiri mengatakan, saat itu saksi Lin hendak masuk ke toilet dan menemukan pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang tersebut sudah dalam keadaan tergantung di dalam WC.

"Saksi terkejut dan tidak jadi masuk kemudian berteriak memberitahukan kejadian tersebut kepada Yuyu, adik kandung korban. Warga bersama keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tebing Tinggi," ujarnya.

2. Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah

ilustrasi olah TKP (unsplash.com/Daniel von Appen)
ilustrasi olah TKP (unsplash.com/Daniel von Appen)

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP. Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya dipicu oleh tekanan ekonomi, khususnya persoalan utang-piutang yang tengah dihadapi korban.

"Dari hasil koordinasi bersama keluarga jenazah, pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sudah dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia untuk diautopsi,” ungkap Herman.

3. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)
Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

RS jiwa tersebut ialah:

  1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
  6. NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com
  7. Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID
  8. Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454
Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pulang dari Masjid, Lansia di Linggau Diserang OTD Bersenjata Tajam

11 Jan 2026, 12:52 WIBNews