Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dihina Pelakor oleh Tetangga, Warga Palembang Lapor ke Polisi

Warga Palembang saat melapor ke SPKT Polrestabes usai anak dan istrinya dihina tetangga (Dok: Polrestabes Palembang)
Warga Palembang saat melapor ke SPKT Polrestabes usai anak dan istrinya dihina tetangga (Dok: Polrestabes Palembang)
Intinya sih...
  • Marlina (42) melapor ke polisi karena dihina sebagai pelakor oleh tetangga di Palembang.
  • Penghinaan juga dialamatkan kepada anak gadisnya EV (14), yang menyebabkan trauma dan syok pada korban.
  • Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa membenarkan adanya laporan dan akan dilanjutkan penyelidikan oleh tim Reskrim Polrestabes Palembang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Keributan antar tetangga berujung ke kantor polisi di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Warga bernama Marlina (42) melapor ke SPKT Polrestabes Palembang karena tak terima dihina sebagai pelakor atau perebut suami orang.

Kejadian penghinaan tersebut terjadi saat korban hendak membuka warung tempatnya berjualan di kawasan Kertapati Palembang. Saat itu, terlapor AA beserta suaminya melintas dan menghina korban di depan banyak orang, Kamis 8 Januari lalu.

"Saat itu, saya mau buka warung, melintaslah dia (terlapor) yang langsung menghina saya di depan banyak orang," ungkap pelapor Marlina, Sabtu (10/1/2026).

1. Sempat dihina pelakor saat berjualan

Penghinaan itu membuat pelapor meradang. Pasalnya penghinaan tersebut dilakukan terlapor di depan warga yang melintas dan hendak berbelanja di warungnya. Bahkan terlapor meminta warga untuk tidak membeli makanan di warungnya.

"Hei pelakor, nah pelakor, nak lidat dak kamu pelakor, dak usahlah bejajan disini, ini nih pelakor. (Hai pelakor, ini pelakor, mau lihat dia seorang pelakor. Jadi tidak usah membeli di sini, warung pelakor)," kata Marlina mengutip perkataan pelapor.

2. Anak korban turut dihina dengan kata tak pantas

ilustrasi hate speech (IDN Times/Novaya)
ilustrasi hate speech (IDN Times/Novaya)

Didampingi suaminya, Teguh Rifai (42) kedua pasangan juga melaporkan penghinaan oleh terlapor DS dan RS terhadap anak gadisnya EV (14) yang disebut sebagai wanita tuna susila . Kejadian penghinaan terhadap anaknya terjadi satu hari sebelum istrinya dihina di lokasi yang sama.

"Anak saya sedang melintas saat terlapor DS menyebut kata hinaan. Habis ngomong begitu, keduanya kabur," ungkap Teguh.

Teguh tidak terima anaknya dihina, korban pulang ke rumah dengan menangis dan badan gemetar usai dihina dengan kata-kata tak pantas. Usai kejadian korban pun trauma dan syok mendapati kata-kata kasar.

"Saya tidak terima dengan hinaan ini dan berharap para pelaku bisa ditangkap," jelas dia.

3. Polisi mendalami laporan korban

ilustrasi penyelidikan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi penyelidikan (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara, Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa membenarkan adanya laporan kedua korban terkait penghinaan. Saat ini laporan tersebut akan dilanjutkan penyelidikan oleh tim Reskrim Polrestabes Palembang.

"Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas satreskrim Polrestabes Palembang unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA), untuk dilakukan penyelidikan dan memanggil para terlapor," jelas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pulang dari Masjid, Lansia di Linggau Diserang OTD Bersenjata Tajam

11 Jan 2026, 12:52 WIBNews