Dipicu Galian C, Kades Bailangu Timur Ditikam Keponakan di Kantor Desa

- Peristiwa penganiayaan terjadi di lingkungan kantor desa
- Tiga orang terluka akibat kericuhan di kantor desa
- Aktivitas galian C dikhawatirkan menyebabkan longsor dan berujung sumber cekcok
Musi Banyuasin, IDN Times -Kericuhan berujung penikaman terjadi Kantor Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 15.05 WIB. Peristiwa yang melibatkan perangkat desa dan warga tersebut menyebabkan tiga orang terluka dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Sekayu.
Korban yakni Herman Sawiran Kades Bailangu Timur diserang oleh keponakannya sendiri bernama Patra. Tak hanya Herman, Patra dan perangkat desa bernama Boby Apriansyah juga terluka dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Sekayu.
Keributan diduga terjadi akibat beroperasinya kembali galian C yang berada di bantaran Sungai Musi.
1. Peristiwa penganiayaan terjadi di lingkungan kantor desa

Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaen mengatakan, peristiwa penganiayaan terjadi di lingkungan kantor desa dan saat ini pihak kepolisian sudah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian maupun di rumah sakit.
"Kronologis bermula ketika Patra, warga Bailangu Timur, datang ke kantor desa diduga sudah membawa senjata tajam dan menanyakan keberadaan Kepala Desa Bailangu Timur, Herman Sawiran," ujarnya Jumat (9/1/2026).
2. Tiga orang terluka akibat kericuhan di kantor desa

Tidak lama kemudian terjadi pertengkaran di ruang kerja kepala desa. Staf desa, Boby Apriansyah, yang berusaha melerai pertengkaran tersebut ikut mengalami luka.
"Ketiganya segera dievakuasi oleh perangkat desa dan warga ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Sekayu. Dari keterangan sementara, dugaan pemicu keributan berkaitan dengan kembali beroperasinya aktivitas galian C yang berada di bantaran Sungai Musi," jelas Kasi Humas.
3. Aktivitas galian C dikhawatirkan menyebabkan longsor

AKP S Hutahaen menambahkan, aktivitas kembali galian C tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor hingga berujung sumber cekcok. Baik Patra maupun Herman Sawiran diketahui memiliki hubungan keluarga, yakni paman dan keponakan.
"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Anggota sudah melakukan cek TKP dan memintai keterangan saksi-saksi. Para korban maupun terduga pelaku saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu," jelasnya.

















