Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina: Volume Tinggi Kendaraan Picu Biosolar Cepat Habis di Palembang

Kota Palembang
2 min read
Pertamina: Volume Tinggi Kendaraan Picu Biosolar Cepat Habis di Palembang
Antrean BBM di SPBU Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Antrean panjang Biosolar di sejumlah SPBU Palembang dipicu tingginya volume kendaraan, terutama di SPBU yang beroperasi 24 jam, sehingga konsumsi dan stok habis lebih cepat.

  • Pertamina menyebut jeda ketersediaan stok sekitar dua hingga lima jam dapat terjadi sambil menunggu kiriman berikutnya, namun kondisi ini sementara dan bukan penghentian penyaluran.

  • Untuk menjaga pasokan, Pertamina menambah serta menyesuaikan alokasi pengiriman, memprioritaskan SPBU bersediaan kritis, dan mengimbau warga tidak membeli berlebihan serta melapor ke PCC 135 bila ada kendala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel merespons keluhan sejumlah masyarakat Kota Palembang atas antrean panjang di SPBU saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar.

Menurut Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan, khususnya di SPBU yang melayani Biosolar selama 24 jam sesuai pengaturan operasional.

"Padatnya antrean kendaraan di SPBU 24 jam menyebabkan konsumsi berlangsung lebih cepat," ujarnya, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Konsumsi tinggi menyebabkan biosolar cepat habis

    Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre membeli bahan bakar minyak di SPBU Jalan Pettarani, Makassar, Sabtu, 12 September 2026.
    Pengendara mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Pettarani, Makassar, Sabtu (12/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Dia menyampaikan, Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan penyaluran Biosolar di Palembang. Pertamina juga, katanya, tetap memantau perkembangan di lapangan agar proses distribusi pasokan BBM berjalan lancar.

    Rusminto mengatakan, kepadatan kendaraan membuat konsumsi biosolar berlangsung lebih cepat. Kondisi itu, lanjutnya, bisa saja terjadi pada waktu tertentu dan dapat menyebabkan jeda ketersediaan stok sebelum pasokan berikutnya tiba.

    “Pada kondisi tertentu terjadi jeda ketersediaan stok sekitar dua sampai lima jam sambil menunggu pengiriman berikutnya,” jelas dia.

  2. 2. Pertamina melakukan penyesuaian alokasi stok BBM

    Aktivitas pengisian bahan bakar minyak di SPBU Pettarani, Kota Makassar, pada Kamis, 17 September 2026.
    Aktivitas pengisian BBM di SPBU Pettarani, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Kondisi jeda dalam menunggu kedatangan pasokan tambahan biosolar saat konsumsi habis lebih cepat, kata Rusminto, hanya bersifat sementara dan bukan akibat penghentian penyaluran biosolar kepada masyarakat.

    Untuk mengantisipasi kekosongan sementara, Pertamina melakukan penyesuaian dan penambahan alokasi pengiriman. Distribusi juga diprioritaskan ke SPBU yang memiliki stok kritis dengan pemantauan persediaan real-time.

    “Pertamina terus melakukan penyesuaian dan penambahan alokasi pengiriman," katanya.

  3. 3. Minta masyarakat laporkan masalah distribusi BBM lewat contact center

    Tim gabungan memantau penyaluran BBM di salah satu SPBU di Kota Bandar Lampung pada Senin, 21 September 2026.
    Penyaluran BBM di sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung dipantau tim gabungan, Senin (21/9/2026). (Dok. PPN Sumbagsel).

    Rusminto menambahkan, Pertamina memastikan agar penyaluran biosolar di wilayah Palembang tetap terjaga supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat meningkatkan kepadatan antrean sekaligus mempercepat habisnya stok di SPBU.

    "Apabila masyarakat menemukan kendala penyaluran BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dilakukan tindak lanjut," jelas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More