Penerapan Gentengisasi di Palembang, Ratu Dewa: Tunggu Juknis

- Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait program Gentengisasi.
- Program Gentengisasi menuai pro kontra di masyarakat, dengan sebagian orang merasa program ini bukan prioritas dan lebih baik fokus pada masalah lain.
- Beberapa warga menilai bahwa program Gentengisasi merupakan upaya Prabowo untuk mencari program untung selain Makanan Bergizi Gratis (MBG), sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih penting.
Palembang, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto berencana menerapkan program Gentengisasi atau meminta semua permukiman warga diganti dengan atap genteng agar terlihat lebih estetik di setiap daerah, termasuk Kota Palembang.
Menanggapi wacana pemerintah pusat itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa belum bisa berbicara banyak. Menurutnya, setiap program yang dicanangkan pusat harus melalui pengkajian detail dan petunjuk teknis (juknis) dalam tindak lanjut ke depan.
1. Masih fokus penataan kota dari baliho sembarang

Dewa menyampaikan, selain menunggu instruksi lebih lanjut, secara umum pemerintah daerah mendukung segala program yang direncanakan pusat. Namun, untuk proses serta penerapan selanjutnya harus dibicarakan dengan pihak-pihak terkait.
Ia mengatakan, sementara waktu menunggu arahan lebih lanjut, Pemkot Palembang masih memprioritaskan pembenahan kota. Meliputi pengaturan baliho, papan iklan dan banner di jalanan.
"Saat ini masih (menindaklanjuti) instruksi Presiden soal perapian banner, baliho, maupun backdrop yang di jalan-jalan, saya sudah rapatkan jangan sampai terkesan semrawut. Ini sudah jalan, agar estetika kota terjaga," jelas dia.
2. Warga Palembang pertanyakan esistensi presiden mengurus atap rumah

Diketahui, program Gentengisasi masih dalam perdebatan di publik. Pro kontra pun muncul di tengah masyarakat. Sejumlah orang menilai Gentengisasi adalah program remeh yang seharusnya tidak diatur dalam kebijakan pemerintah. Selain banyak memunculkan hambatan, program terkait disebut bukan skala prioritas bagi warga.
Menurut pemilik rumah atap seng, Yazid, warga Ilir Timur I Palembang, program Gentengisasi perlu kajian dan ditelaah secara detail. Dia menyebut, wacana Prabowo seolah menunjukkan sikapnya yang tidak bisa membedakan antara program prioritas dengan sengaja mencari ruang untuk mengambil keuntungan.
"Pakai genteng memang lebih estetik dan tidak berisik saat hujan. Tapi kan ada program lain yang bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sekarang yang penting bisa tinggal di rumah pakai atap. Pertanyaannya, presiden minta ganti (genteng) dananya (pergantian) gimana? Subsidi? Banyak yang pakai seng ini. Perlu menghabiskan anggaran berapa lagi? Negara kok ngurus atap. Bencana, infrastruktur yang penting diperhatikan dan dibantu," ujar pensiunan ASN yang sempat mengabdi di PUPR Palembang ini.
3. Gentengisasi dinilai jadi program lucu pemerintah

Dia menilai, Gentengisasi merupakan salah satu strategi Prabowo untuk mencari program untung selain Makanan Bergizi Gratis (MBG). Sebab jika dipelajari sepanjang ia menjabat, program Presiden RI kedelapan ini belum ada yang terlihat positif dan mendominasi kepentingan warga lebih baik. Kebanyakan, katanya, program yang Prabowo canangkan justru menimbulkan mudarat.
"Sudah banyak berita keracunan, melihat setahun ini (sepanjang Prabowo menjabat) kayaknya belum ada yang wow bikin masyarakat bangga, menurut saya ya, bahas masalah ini sensitif soalnya," kata Yazid.
Tak hanya Yazid, Tomi warga Kamboja Palembang menilai, Gentengisasi merupakan program lucu yang direncanakan presiden. Karena katanya, persoalan atap rumah adalah tanggung jawab masing-masing pemilik. Dia menyebut, warga bukan tidak ingin dibantu, melainkan akan lebih baik bila pemerintah pusat membuat program bijak untuk kesejahteraan masyarakat. Terutama lanjutnya, bagi warga di pedesaan provinsi dengan akses terbatas.
"Masih banyak jalan rusak, layanan kesehatan yang tidak berkualitas. Kenapa tidak ini saja yang jadi prioritas. Lucu, kok jadi genteng. Kalau gentengisasi ini, kira-kira dikasih subsidi ngga ya? Mending urus masalah BPJS PBI dulu, baru soal-soal kecil (gentengisasi) gini," jelasnya.


















