Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Disdik Sumsel Siapkan Aturan Sekolah Selama Bulan Ramadan

Kota Palembang
Disdik Sumsel Siapkan Aturan Sekolah Selama Bulan Ramadan
Setiap proses anak belajar puasa adalah pencapaian yang berarti.(unplash.com/Mishary Alafasy)

  • Disdik Sumsel memangkas jam pelajaran selama Ramadan untuk memberikan waktu ibadah puasa siswa.

  • Durasi jam pelajaran di sekolah akan dipangkas menjadi sekitar 30 menit dari biasanya 45 menit.

  • Jam masuk sekolah juga akan diubah agar kondisi fisik siswa tetap terjaga selama puasa, dengan lebih banyak aktivitas bernuansa religius.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Dinas Pendidikan Sumatra Selatan memastikan akan memangkas jam pelajaran saat bulan Ramadan. Pemangkasan jam belajar dilakukan guna memberikan waktu agar para siswa dapat menjalankan ibadah puasa.

"Menjelang Ramadan, aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa melalui tatap muka. Namun, durasi belajar di tiap jam pelajaran akan kamu kurangi tanpa mengganggu ritme belajar mereka," ungkap Kepala Seksi Kurikulum SMK Sumsel, Lis Parida, Rabu (11/2/2026).

  1. 1. Jam sekolah akan dipangkas

    Anak-anak muslim di masjid saat Ramadan belajar puasa sejak dini.
    Anak-anak muslim duduk di pelataran masjid saat Ramadan, belajar makna ibadah dan kebersamaan sejak dini. (unplash.com/Aldin Nasrun)

    Berdasarkan skema yang terjadi seperti sebelumnya, durasi jam pelajaran di sekolah akan mengalami pemangkasan signifikan. Namun, untuk memastikan hal itu, pihaknya menunggu SE dari jadwal spesifik Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

    "Jika mengacu pada pola sebelumnya, jam pelajaran yang biasa 45 menit kemungkinan akan menjadi 30 menit," ungkap dia.

  2. 2. Jam sekolah akan lebih siang

    Anak muslim memegang al quran ramadan
    Anak belajar mengenal Ramadan sejak dini melalui aktivitas keagamaan.(pexels/Khalid aljmman)

    Tak sampai di situ saja, skema jam masuk sekolah juga diperkirakan akan berubah. Hal ini dilakukan untuk membantu sistem pengajaran berlangsung secara maksimal.

    "Jam masuk sekolah juga cenderung dibuat lebih siang agar kondisi fisik siswa tetap terjaga selama puasa," jelas dia.

  3. 3. Tingkatkan program keagamaan selama ramadan

    Orang tua mendampingi anak belajar memahami makna puasa ramadan
    Anak belajar makna puasa Ramadan bersama orang tua.(pexels.com/Timur weber)

    Lis mengatakan, selama Ramadan kegiatan sekolah akan lebih banyak diisi dengan aktivitas bernuansa religius. Program seperti pesantren kilat tetap menjadi agenda unggulan guna memperkuat pendidikan karakter siswa.

    "Tujuannya jelas, kami ingin membentuk karakter anak yang kuat secara nilai agama. Ramadan menjadi momentum tepat untuk meningkatkan iman dan takwa melalui program keagamaan di sekolah," jelas dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More