Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemprov Sumsel Perpanjang Jam Pengisian Solar Urai Antrean Kendaraan
ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Visual Karsa)
  • Pemerintah Sumsel memperpanjang jam operasional pengisian solar subsidi di Palembang dari enam menjadi delapan jam, guna mengurai antrean kendaraan yang memicu kemacetan.
  • Kebijakan ini hanya berlaku di 10 dari 48 SPBU di Palembang yang dinilai menjadi titik kemacetan, bukan untuk seluruh wilayah Sumsel.
  • Gubernur Herman Deru berharap perpanjangan jam pengisian dapat menjadi solusi jangka pendek dalam mengurangi kepadatan antrean dan menjaga kelancaran lalu lintas kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) memperpanjang jam operasional pengisian solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Palembang. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi antrean panjang kendaraan yang selama ini memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan di dalam kota Palembang.

"Untuk pengisian BBM (Bio Solar) diperpanjang mulai pukul 21.00 hingga pukul 05.00 WIB," jelas Gubernur Sumsel Herman Deru, Sabtu (11/7/2026).

1. Jelaskan tujuan perpanjang operasional SPBU

ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)

Menurut Deru, pengisian solar subsidi kini berlangsung selama delapan jam, bertambah dua jam dari sebelumnya enam jam. Kebijakan itu diharapkan mampu mengurai penumpukan antrean kendaraan di SPBU.

"Tujuannya agar antrean bisa diurai dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," jelasnya.

2. Minta kebijakannya tak dikambinghitamkan

Potret kondisi saat antrean mengular di sejumlah SPBU di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru menegaskan, pengaturan jam operasional ini tidak diberlakukan di seluruh SPBU di Palembang maupun kabupaten dan kota lain di Sumsel. Kebijakan hanya diterapkan di 10 dari total 48 SPBU di Kota Palembang yang selama ini dinilai menjadi titik kemacetan akibat antrean kendaraan pengisi solar subsidi.

"Jangan dikambinghitamkan seolah-olah kebijakan ini berlaku di seluruh daerah. Hanya di SPBU yang antreannya mengganggu lalu lintas, termasuk di kawasan vital menuju bandara," tegasnya.

3. Berharap kemacetan bisa diurai

Potret kondisi saat antrean mengular di sejumlah SPBU di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Deru berharap, perpanjangan jam pengisian tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi kepadatan antrean sambil menunggu langkah lain dalam penanganan persoalan distribusi BBM subsidi di Sumsel.

"Pengaturan ini hanya diterapkan di SPBU yang antreannya mengganggu lalu lintas, terutama di titik-titik strategis seperti kawasan menuju bandara. Tujuannya agar kemacetan bisa diurai tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article