Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Kejadian karhutla di Sumatra Selatan meningkat dari delapan kasus pada 30 Oktober menjadi 17 kasus pada 2 November, seiring hotspot kembali naik hingga 141 titik pada 1 November.

  • BPBD memprioritaskan pemadaman di Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, dan Kecamatan Banyuasin I karena kebakaran masih berlangsung serta berisiko meluas.

  • ISPU per 3 November pukul 06.00 WIB menunjukkan udara Ogan Ilir dan PALI tidak sehat, sementara Palembang serta beberapa daerah lain berada pada kategori sedang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel), meski hujan mulai turun dan kondisi cuaca berangsur membaik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat jumlah kejadian kebakaran kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Berikut IDN Times merangkum data BPBD terkait kondisi kebakaran lahan dan kondisi indeks standar pencemaran udara (ISPU) di beberapa kota Sumsel.

1. Titik panas dan kejadian kebakaran meningkat

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pada 30 Oktober 2026, tercatat delapan kejadian kebakaran. Jumlahnya naik menjadi sembilan kejadian pada 31 Oktober, kemudian bertambah menjadi 15 kejadian pada 1 November dan 17 kejadian pada 2 November.

Di sisi lain, data titik panas atau hotspot juga menunjukkan peningkatan setelah sempat turun pada akhir Oktober. Sementara itu, laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Selasa (3/11/2026) pagi memperlihatkan kualitas udara di sejumlah daerah Sumsel berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Jumlah titik panas di Sumsel sempat turun pada akhir Oktober. Berdasarkan data yang disampaikan, pada 27 Oktober terpantau 224 titik panas.

Sehari berikutnya, jumlahnya turun menjadi 16 titik. Pada 29 dan 30 Oktober, masing-masing tercatat 23 titik panas.

Namun, jumlah hotspot kembali meningkat pada 31 Oktober dengan 118 titik. Kenaikan berlanjut pada 1 November dengan total 141 titik panas.

2. Pemadaman diprioritaskan di Cengal dan Banyuasin I

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Penanganan karhutla saat ini masih difokuskan di dua wilayah. Pertama, Kecamatan Cengal di Kabupaten OKI dan kedua, Kecamatan Banyuasin I di Kabupaten Banyuasin.

Kedua wilayah tersebut masih menjadi prioritas pemadaman karena kebakaran masih terjadi. Petugas terus melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

3. Kualitas udara Ogan Ilir dan PALI tidak sehat

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Berdasarkan laporan ISPU yang diperbarui Selasa (3/11/2026) pukul 06.00 WIB, kualitas udara di Ogan Ilir dan PALI masuk kategori tidak sehat.

Konsentrasi PM2,5 di Ogan Ilir tercatat sebesar 113 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, PALI mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 141 mikrogram per meter kubik.

Adapun Palembang berada dalam kategori sedang dengan konsentrasi PM2,5 sebesar 98 mikrogram per meter kubik. Kondisi serupa tercatat di Musi Banyuasin sebesar 66 mikrogram per meter kubik, Muara Enim 55 mikrogram per meter kubik, Musi Rawas 82 mikrogram per meter kubik, dan Lahat 74 mikrogram per meter kubik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article