Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jalinteng Sekayu-Linggau Longsor, Pengendara Melintas di 1 Lajur
Kondisi jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau yang mengalami longsor. (Dok. IDN Times)
  • Longsor di Jalinteng Sekayu–Linggau menyebabkan sebagian badan jalan amblas dan kendaraan hanya bisa melintas satu lajur secara bergantian.
  • Petugas Satlantas Polres Muba mengatur lalu lintas serta memasang rambu peringatan untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan di lokasi longsor.
  • Pihak Balai Jalan dan Satker PJN I Sumsel melakukan penanganan dengan dinding penahan tanah tanpa menutup akses, ditargetkan selesai Desember 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Banyuasin, IDN Times -Jalan lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu Musi Banyuasin (Muba) yang menghubungkan Kota Lubuk Linggau nyaris putus akibat longsor di wilayah Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu. Akibat peristiwa tersebut, sebagian badan jalan di sisi kiri mengalami amblas sehingga akses kendaraan menjadi terbatas dan hanya bisa melintas pada satu lajur secara bergantian.

Jalan nasional itu sebelumnya telah mengalami amblas pada bagian bawah aspal. Dalam video yang beredar, tampak palang peringatan pembatas sudah terpasang agar pengendara tidak terlalu melintas di pinggir jalan yang mengalami longsor.

Alat berat juga terlihat berada di lokasi longsor, termasuk tiang pancang untuk perbaikan jalan yang longsor.

1. Akses kendaraan menjadi terbatas, petugas Satlantas atur lalu lintas

Kondisi jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau yang mengalami longsor. (Dok. IDN Times)

Tak hanya longsor, kondisi permukaan jalan di sekitar lokasi juga dipenuhi lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Risiko kecelakaan semakin tinggi saat malam hari maupun hujan turun karena jarak pandang berkurang dan kondisi jalan menjadi lebih licin.

Untuk mengantisipasi kemacetan dan mencegah terjadinya kecelakaan, personel Satlantas Polres Muba diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Selain mengatur lalu lintas, petugas juga memasang spanduk serta rambu peringatan yang bertujuan memberikan informasi kepada pengendara mengenai kondisi jalan.

Camat Sekayu, Edi Heryanto mengatakan, longsor mengakibatkan sebagian badan jalan amblas hingga mendekati bantaran Sungai Musi. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan menjadi terbatas dan tidak memungkinkan dua kendaraan dari arah berlawanan melintas secara bersamaan.

"Balai Jalan telah mengirimkan tim ke lokasi guna melakukan penanganan awal terhadap kerusakan yang terjadi. Upaya perbaikan mulai dilakukan agar kondisi jalan tidak semakin parah dan akses transportasi masyarakat tetap dapat difungsikan," ujarnya.

2. Kondisi jalan sudah lama kosong pada bagian bawah aspal dan terus tergerus arus

Kondisi jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau yang mengalami longsor. (Dok. IDN Times)

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional I Wilayah Sumsel Alfredo membenarkan adanya jalan longsor pada Sabtu (11/7/2026) sore. Dia menyebut jalan itu telah mengalami amblas sejak beberapa tahun terakhir dan saat ini sedang dilakukan penanganan.

"Aspalnya baru runtuh Sabtu sore. Titik itu memang tahun ini sudah masuk penanganan kita dan sedang ditangani. Saat ini sedang ada kegiatan penanganan longsoran dengan dinding penahan tanah, dan baru dilakukan pemancangan pertama untuk pondasi dinding penahan tanah," ujarnya.

Alfredo menambahkan, akses jalan itu sudah lama kosong pada bagian bawah aspal, tinggal menunggu (longsor) waktu saja. Jalan amblas pada bagian bawah aspal itu sudah terjadi sejak 3 tahun terakhir.

"Makanya kita tangani, mungkin karena getaran pancang bagian aspal atasnya baru runtuh sedikit lebih lebar, cuma memang sudah masuk dalam perhitungan kami. Direncanakan paket ini selesai pada bulan Desember 2026," terangnya.

3. Pengerjaan terus dilakukan tanpa menutup akses jalan untuk pengendara

Kondisi jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau yang mengalami longsor. (Dok. IDN Times)

Dia menyebut, sebelumnya akses jalan longsor itu sepanjang 300 meter. Lokasinya juga berada di tikungan sungai, sehingga akses itu selalu tertabrak arus air dan terus tergerus.

"Sudah kita cicil penanganannya tiap tahun anggaran dan memang masih menyisakan 100 meter di titik yang sekarang masih amblas dan kita tuntaskan dipaket tahun ini," ucapannya.

Pihaknya memastikan, pekerjaan terus dilakukan tanpa menutup akses jalan. Sebab pada sisi jalan yang belum amblas masih aman untuk dilalui karena terdapat beton pada bagian pinggir jalan.

"Mungkin 1 atau 2 minggu ini kami coba tambahkan cerucuk dari gelam dulu, biar ada tambahan perkuatan. Kemudian, bahu jalannya juga rigid, ada beton sehingga aman dilalui," ungkap Alfredo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article