Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hore! 20 Ton Kopi Sumsel Perdana Tembus Pasar Malaysia
Ilustrasi Kopi Robusta (pexels/Igor Haritanovich)
  • Kopi Sumsel berhasil diekspor ke Malaysia setelah 15 tahun menjadi penghasil kopi terbesar, dengan ekspor perdana sebanyak 19,8-20 ton.
  • Pemerintah provinsi dan perbankan daerah mendukung akses pembiayaan pengembangan produksi kopi, serta menginisiasi peluncuran ekspor perdana kopi Sumsel secara mandiri dari Palembang.
  • Ekspor kopi Sumsel akan masuk pasar Australia, dengan harapan dapat menjadi pengirim tertinggi ke internasional dari wilayah penghasil kopi terbaik di Sumsel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Branding kopi Sumatra Selatan (Sumsel) akhirnya tembus pasar internasional ke Malaysia. Ekspor kopi Sumsel ke Negeri Jiran perdana dilakukan setelah Sumsel menjadi penghasil kopi terbesar selama 15 tahun.

"Sekitar 19,8-20 ton (ekspor ke Malaysia) nanti tanggal 20 (Januari 2025)," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Arifin Susanto, Sabtu (11/1/2025).

1. Pengiriman kopi Sumsel disokong usaha lintas sektor getol mengembangkan merek dagang

Ilustrasi Biji Kopi (pexels/Livier Garcia)

Menurut Arifin, pengiriman kopi Sumsel disokong usaha lintas sektor getol mengembangkan merek dagang. Inisiasi itu terwujud atas kerja keras pemerintah provinsi (pemprov) dan perbankan daerah mendukung akses pembiayaan pengembangan produksi kopi.

"Pj Gubernur Sumsel (Elen Setiadi) dan OJK menginisiasi peluncuran ekspor perdana kopi Sumsel secara mandiri dari palembang," kata dia.

2. Akan ada pengiriman kopi Sumsel ke Malaysia tahap kedua

Potret kopi bubuk (pexels.com/@readymade)

Ekspor perdana akan dirilis di Pelabuhan Boom Baru Palembang secara dua tahap. Pertama akan dilakukan 20 Januari 2025 berjumlah dua kontainer. Kemudian bakal ada pengiriman 40 ton.

Ekspor lanjutan kata Arifin akan ditetapkan setelah menjalin kontrak kerjasama kembali. "Kontrak selanjutnya untuk 8 kontainer (pengiriman kopi) lagi," jelasnya.

3. Provinsi tetangga kirim 90 persen kopi Sumsel

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Arifin menyampaikan, alasan kuat OJK dan Pemprov gencar mengenalkan kopi Sumsel, karena provinsi tetangga sudah lebih dulu unggul pengiriman internasional. Padahal kata dia, kopi yang dikirim merupakan 90 persen hasil produksi asal Sumsel.

"Bahkan kopi provinsi sebelah itu 90 persen dari Semendo (wilayah di Sumsel)," kata dia.

4. Kopi Sumsel bakal tembus pasar Australia

ilustrasi biji kopi (pexels.com/Jonas Von Werne)

Selain Malaysia, ekspor kopi Sumsel bakal masuk pasar Australia. Sementara pemerintah daerah dalam tahap negosiasi teknis pengiriman. Kopi Sumsel itu berasal dari produksi komoditas di wilayah penghasil kopi terbaik.

"Begitu ada ekspor kualitas pasti terjaga, termasuk harganya. Kita bentuk harga internasional. Sementara ini harga robusta lagi bagus-bagusnya," jelas Arifin.

Wilayah penghasil kopi unggul Sumsel berasal dari Kabupaten Empat Lawang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Lahat dan Kota Pagaralam. Harapannya, dari penghasil kopi terbesar nasional, dapat menjadi pengirim tertinggi ke internasional.

Editorial Team

Related Article