Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Soal 15 Pemuda Korban TPPO di Kamboja Herman Deru: Mereka Ditipu Orang

Soal 15 Pemuda Korban TPPO di Kamboja Herman Deru: Mereka Ditipu Orang
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan 15 pemuda asal Sumsel di Kamboja menjadi korban dugaan TPPO setelah ditipu dengan janji kerja di restoran yang ternyata tidak ada.
  • Para korban kini ditampung dan mendapat bantuan dari KBRI Phnom Penh, sementara pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulangan melalui Disnakertrans Sumsel.
  • Herman Deru mengimbau masyarakat Sumsel agar tidak mudah tergiur tawaran kerja bergaji tinggi tanpa kejelasan, demi mencegah kasus serupa terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru meminta 15 pemuda asal Sumsel untuk bersabar setelah menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Berdasarkan komunikasi terbarunya bersama Herman Deru, ke-15 pemuda mengklaim dijanjikan bekerja sebagai pegawai restoran sebelum luntang-lantung tanpa kejelasan.

"Ini rombongan dulur-dulur (saudara) kita yang ada di Kamboja rupanya ditipu orang. Katanya diajak bekerja di restoran, sampai sana tidak ada pekerjaan yang diberikan," ungkap Herman Deru, Jumat (20/2/2026).

1. Para korban saat ini di KBRI

Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam komunikasinya, Herman Deru mengaku sudah menanyakan alamat dan data diri dari masing-masing korban. Setelah terlantar, mereka saat ini ditampung oleh KBRI di Phnom Penh.

"Barusan tersambung dengan 15 wong (orang), ada wong Tanggo Buntung, ado wong Makrayu dan ada wong Kertapati. Mereka diurus makan dan minumnya oleh KBRI," jelas dia.

2. Imbau warga Sumsel tidak mudah percaya tawaran kerja tanpa keahlian

Sejumlah pria asal Sumsel yang terjebak di Kamboja mengklaim dirinya korban perdagangan orang
Sejumlah pria asal Sumsel yang terjebak di Kamboja mengklaim dirinya korban perdagangan orang (Instagram: @calvinblue_)

Dirinya pun meminta kepada pihak keluarga dari ke-15 pemuda untuk tidak khawatir dengan nasib keluarganya di luar negeri. Saat ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel sudah diperintahkan untuk memulangkan para korban TPPO tersebut.

"Untuk seluruh pemuda di Sumsel ini, juga lanang dan betino (laki-laki dan perempuan) jangan mudah tergiur janji kerja dengan gaji Rp12 juta, gaji segala macam. Jangan percaya janji kerja yang tidak ditanya keahlian. Sampai sana justru terdampar jadi turis," jelas dia.

3. Sebanyak 15 pemuda asal Sumsel minta Pemda turun tangan jemput mereka

Sejumlah pria asal Sumsel yang terjebak di Kamboja mengklaim dirinya korban perdagangan orang
Sejumlah pria asal Sumsel yang terjebak di Kamboja mengklaim dirinya korban perdagangan orang (Instagram: @calvinblue_)

Sebelumnya, sejumlah pria yang mengklaim menjadi korban perdagangan manusia di Kamboja meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dan Pemkot Palembang untuk memfasilitasi pemulangannya ke Palembang. Dalam unggahan di akun Instagram @calvinblue_, para pria tersebut mengaku terjebak saat ditawari bekerja ke luar negeri dengan janji gaji besar.

"Assalamualaikum. Untuk Bapak Herman Deru dan Bapak Ratu Dewa, kami warga Palembang meminta pertolongan untuk membantu kami pulang ke Palembang," ungkap pria dalam video yang dilihat IDN Times.

Mereka mengaku setelah datang ke Kamboja tak kunjung mendapat pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dijual untuk bekerja, sebagian lagi belum sempat bekerja hingga terlantar di luar negeri.

Sambil menengadahkan dengan gestur memohon, mereka berharap ada kepedulian pemerintah. Mereka mengakui ingin segera pulang ke Palembang.

"Itu pun penuh tekanan dan siksaan pak. Tolong bantu kami," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More