Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Herman Deru Serahkan Penyelidikan Kecelakaan Bus ALS ke Polisi
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menolak membahas penyebab kecelakaan bus ALS dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada pihak kepolisian.
  • Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Karang Jaya, Musi Rawas Utara, saat bus ALS menabrak truk tangki BBM hingga terbakar hebat.
  • Penyelidikan awal polisi menduga kecelakaan disebabkan faktor human error karena sopir bus menghindari lubang jalan, sementara identifikasi korban masih berlangsung melalui pencocokan DNA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan maut terjadi antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Karang Jaya, Musi Rawas Utara, yang menyebabkan kebakaran hebat dan sejumlah korban meninggal dunia.
  • Who?
    Bus ALS, truk tangki BBM milik PT Seleraya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, tim forensik Polda Sumsel, serta keluarga korban terlibat dalam penanganan dan proses identifikasi.
  • Where?
    Insiden terjadi di Jalan Lintas Sumatera wilayah Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara. Proses identifikasi korban berlangsung di RS Bhayangkara Palembang.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada Selasa, 6 Mei 2026. Gubernur Herman Deru meninjau proses identifikasi korban pada Kamis, 7 Mei 2026.
  • Why?
    Berdasarkan penyelidikan awal polisi, kecelakaan diduga akibat pengemudi bus menghindari lubang di jalan sehingga mengambil jalur kanan. Penyebab pasti masih menunggu hasil resmi tim forensik.
  • How?
    Bus ALS menabrak truk tangki BBM hingga keduanya terbakar hebat. Tim forensik gabungan dari Palembang dan Jakarta melakukan pencocokan DNA untuk memastikan identitas
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada bus besar namanya ALS tabrakan sama truk isi bensin di jalan besar di Sumatera. Busnya kebakar dan banyak orang luka dan meninggal. Pak Gubernur Herman Deru bilang belum mau cerita kenapa bisa tabrakan, karena polisi yang selidiki. Polisi dan dokter sekarang lagi cocokin nama dan DNA orang-orang korban supaya keluarganya tahu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, tak ingin membahas detail penyebab kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatra, Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), pada Selasa (6/5/2026) kemarin.

Menurutnya, proses dan wewenang evaluasi penyebab kecelakaan yang terjadi sepenuhnya tanggung jawab kepolisian. Tim forensik pun katanya, akan merilis resmi faktor-faktor yang jadi akibat dalam insiden kecelakaan bus ALS. Apalagi lokasi TKP bukan wilayah provinsi, melainkan jalur lintas milik pemerintah pusat.

"Itu Jalan nasional penghubung antar provinsi," ujarnya saat meninjau proses identifikasi korban kecelakaan Bus ALS di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (7/5/2026).

1. Deru tidak mau berspekulasi

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Deru enggan menyampaikan rinci terkait kecelakaan Bus ALS karena penyebab kecelakaan tidak dapat diinformasikan dengan spekulasi. Apalagi kata dia, jalan nasional dalam insiden yang terjadi karena jalan berlubang.

Deru mengklaim, kondisi jalan di wilayah kecelakaan itu dalam kondisi 90 persen baik.

“Penyebab lakanya ini karena lubang atau hal lain, bukan ranah kita menjelaskan, nunggu proses penyelidikan polisi. Secara umum jalan itu baik, Sumsel di atas 90 persen baik jalan kondisi mantap," jelas dia.

2. Dugaan awal kecelakaan karena ada human error

identifikasi jenazah korban bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Dari berita sebelumnya, kecelakaan bus ALS yang terbakar hebat terjadi karena bus menabrak truk tangki BBM milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatra, Karang Jaya, Karang Jaya, Musi Rawas Utara. Kecelekaan disebabkan adanya dugaan bus menghindari lubang sehingga mengambil lajur sebelah kanan.

"Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi Bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan lalu mengambil jalur kanan," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

3. Proses pencocokan data kecelakaan Bus ALS sulit karena luka bakar korban

Korban Bus ALS di Muratara (Dok. Polda Sumsel)

Sementara kata Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, bagi keluarga korban yang telah teridentifikasi, saat ini belum bisa langsung membawa jenazah untuk dibawa pulang. Sebab tim forensik bersama sejumlah dokter gabungan dari Palembang dan Jakarta masih harus mencocokkan identitas dan menyesuaikan DNA korban agar dalam proses serah terima jenazah berjalan lancar.

"Proses pencocokan data cukup sulit. Karena rata-rata korban mengalami luka bakar serius. Ini bukan soal durasi saja (pemeriksaan forensik) tapi menyamakan semua hasil pemeriksaan data dan identitas dari keluarga," kata dia.

Editorial Team