Ekspor Batu Bara Sumsel Turun Imbas Tren Pasar Global
- Nilai ekspor batu bara Sumsel turun 5,78% menjadi 6.334,31 miliar Dolar AS pada 2025.
- Kinerja ekspor batu bara dan lignit menurun, sementara karet mengalami peningkatan sebesar 130,52 juta Dolar AS atau 9,67%.
- Batu bara dan lignit menyumbang 40,86% dari total ekspor Sumsel pada 2025, tetapi nilainya turun sebesar 16,46% akibat melemahnya permintaan global.
Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) melaporkan pergerakan ekspor komoditas unggulan batu bara mengalami penurunan sepanjang 2025.
"Kondisi ini bukan karena faktor domestik, tapi disebabkan perkembangan pasar global," ujar Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel Intan Yudistri Pebrina, Rabu (11/2/2026).
1. Ekspor lignit Sumsel ikut merosot di 2025

Berdasarkan catatan dari Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor keseluruhan mencapai 6.334,31 miliar dolar AS atau turun 5,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Secara keseluruhan penurunan ekspor Sumsel dipicu kinerja ekspor batu bara dan lignit yang merosot. Padahal komoditas ini menjadi kontributor terbesar," jelas dia.
2. Ekspor karet Sumsel meningkat

Kata Intan, dari sepuluh komoditas nonmigas dengan nilai ekspor terbesar, sebagian besar justru mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Januari–Desember 2024.
"Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas karet dan barang dari karet yang meningkat sebesar 130,52 juta dolar AS atau 9,67 persen," katanya.
3. Ekspor batu bara turun hingga 16 persen
Intan menjelaskan, dari total ekspor Sumsel sepanjang 2025, andil batu bara dan lignit mencapai 40,86 persen dengan nilai 2.430,47 juta dolar AS. Namun, kata dia, nilai ekspor komoditas tersebut tercatat menurun sebesar 16,46 persen atau setara 478,77 juta dolar AS.
"Penurunan ekspor batu bara dan lignit disebabkan oleh faktor eksternal, terutama melemahnya permintaan. Ini sejalan dengan tren transisi energi menuju pemanfaatan energi baru dan terbarukan," jelas dia.


















