Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Markus Spiske)
  • Ekonomi Sumatra Selatan pada kuartal III 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan, dengan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan.

  • Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen dan menyumbang 2,81 persen terhadap pertumbuhan, meski aktivitas ekspor-impor mengalami kontraksi akibat neraca perdagangan tidak stabil.

  • Secara kuartalan ekonomi Sumsel naik 2,11 persen; provinsi ini berkontribusi 13,77 persen terhadap PDRB Sumatera dan mencatat pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kepulauan Riau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ekonomi Sumatra Selatan tumbuh 5,06 persen. Orang-orang di rumah banyak membeli barang dan memakai uang, jadi ekonomi terbantu. Pak Moh. Wahyu dari BPS bilang belanja keluarga paling besar membantu. Belanja pemerintah juga naik. Tapi jual beli barang dengan negara lain sedang kurang stabil. Sekarang Sumsel jadi nomor dua paling tumbuh di Sumatra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada kuartal ketiga 2026 mencerminkan ketahanan aktivitas domestik, dengan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan daya beli masyarakat terjaga. Akselerasi konsumsi pemerintah serta pertumbuhan investasi dan lembaga non-profit turut memberi dukungan, sementara posisi Sumsel sebagai pertumbuhan tertinggi kedua di Sumatera menunjukkan kinerja regional yang kompetitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan pada kuartal ketiga 2026 tercatat dalam tren positif. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Sumsel tumbuh 5,06 persen ditopang oleh konsumsi rumah tangga sepanjang tahun.

"Jadi, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumsel dari sisi pengeluaran," ujar Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, Jumat (6/11/2026).

1. Daya beli masih terjaga dari sisi konsumsi rumah tangga

ilustrasi ekonomi (pixabay.com/geralt)

Meski berada pada tren solid, aktivitas ekonomi wilayah pada momen ini mengalami kontraksi, khususnya pada ekspor-impor. Gejolak tersebut dipengaruhi oleh kondisi neraca perdagangan yang tidak stabil.

Namun, dari laporan BPS, konsumsi rumah tangga memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 2,81 persen dengan kontribusi dominan mencapai 56,84 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

"Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen yoy, menandakan daya beli masyarakat masih terjaga," kata dia.

2. Konsumsi pemerintah turut menopang pertumbuhan ekonomi Sumsel

ilustrasi ekonomi negara (freepik.com/standret)

Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan bahwa secara kuartalan, ekonomi Sumsel juga tumbuh 2,11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Dari sisi nilai, PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp206,24 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp107,66 triliun.

"Selain konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah juga menunjukkan akselerasi signifikan, tumbuh 12,39 persen, meski kontribusinya terhadap struktur ekonomi di angka 5,88 persen," jelasnya.

3. Kontribusi Sumsel terhadap PDRB Sumatra capai 13,77 persen

ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Sementara dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, tumbuh di angka 0,84 persen dan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,87 persen dengan kontribusi 1,54 persen.

"Tercatat, kontribusi ekonomi Sumsel terhadap total PDRB Pulau Sumatera mencapai 13,77 persen," kata Wahyu.

Berdasarkan laporan kinerja tersebut, Sumsel menempatkan posisi sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera setelah Kepulauan Riau.

Curated For You

Editorial Team

Related Article