Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diduga Faktor Ekonomi, IRT di Mura Nekat Gantung Diri di Dapur Rumah
Polisi melakukan olah TKP IRT bunuh diri di Musi Rawas. (Dok. Polsek Purwodadi)
  • Seorang ibu rumah tangga di Desa T2 Purwakarya, Musi Rawas ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya pada Minggu pagi, diduga karena tekanan ekonomi keluarga.
  • Pemeriksaan polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, dan malam sebelum kejadian korban sempat berselisih dengan suaminya terkait masalah finansial.
  • Pemerintah melalui Kemenkes menyediakan layanan konseling kesehatan jiwa gratis di ribuan Puskesmas serta hotline darurat untuk pencegahan bunuh diri bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Rawas, IDN Times -‎ Warga Desa T2 Purwakarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas (Mura) Sumsel digemparkan dengan penemuan jasad DS (27), warga setempat di dapur rumahnya pada Minggu (26/4/2026).

Korban yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) tersebut ditemukan dalam posisi gantung diri sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga, korban nekat mengakhiri hidup karena frustrasi akibat permasalahan ekonomi keluarga.

1. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban

Polisi melakukan olah TKP IRT bunuh diri di Musi Rawas. (Dok. Polsek Purwodadi)

Kapolsek Purwodadi, AKP Herdiansyah mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya terdapat bekas jeratan tali di leher korban.

"Kejadian pertama kali diketahui oleh ibu korban bernama Suprianti yang saat itu hendak menuju dapur. Namun setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di tiang kayu plafon dapur," ujarnya Senin (27/4/2026).

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memanggil suami korban Andi (30). Tak lama kemudian Andi menurunkan tubuh korban dengan cara memotong tali menggunakan pisau dibantu oleh seorang tetangga.

2. Malam sebelum kejadian korban sempat terlibat perselisihan dengan suaminya

Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)

Selanjutnya korban segera dibawa ke Puskesmas O Mangunharjo. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan aparat kepolisian.

“Petugas telah melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga nekat mengakhiri hidup akibat persoalan ekonomi," ucapnya.

Selain itu, hasil penyelidikan kepolisian mengungkap malam sebelum kejadian korban sempat terlibat perselisihan dengan suaminya. Pertengkaran tersebut diketahui berakar dari tekanan masalah finansial yang dihadapi pasangan tersebut.

"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," jelas Kapolsek.

3. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

Ilustrasi gantung diri. (IDN Times)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team