Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antisipasi Inflasi, Pemkot Palembang Jadwalkan Pasar Murah April 2026
Pasar murah Palembang (Dok. Kominfo)
  • Pemkot Palembang menyiapkan jadwal ulang pasar murah April 2026 untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi pasca lebaran di berbagai kecamatan.
  • Pemerintah daerah bersama tim pengendali inflasi menerapkan strategi 4K dan memperkuat kerja sama antar daerah guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan.
  • BPS Palembang mencatat inflasi Maret 2026 turun menjadi 3,10 persen yoy dari Februari 4,37 persen, menunjukkan hasil positif kolaborasi pengendalian inflasi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Palembang mengatur ulang jadwal pelaksanaan operasi pasar murah pada April 2026 untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi setelah momen lebaran.
  • Who?
    Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani bersama Pemerintah Kota Palembang dan Tim Pengendali Inflasi Daerah menjadi pihak yang menyusun dan melaksanakan rencana tersebut.
  • Where?
    Kegiatan pasar murah akan digelar di berbagai kecamatan di wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan.
  • When?
    Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada bulan April 2026, dengan persiapan dimulai sejak awal bulan tersebut.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mencegah lonjakan inflasi pasca lebaran yang diperkirakan meningkat.
  • How?
    Pemerintah menerapkan strategi 4K—ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif—serta menambah cadangan pangan melalui kerja sama antar daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pemerintah Kota Palembang mau bikin pasar murah di bulan April 2026 supaya harga barang tidak naik banyak setelah lebaran. Pak Isnaini bilang pasar murah akan ada di banyak tempat. Mereka juga kerja sama dengan daerah lain dan tambah makanan cadangan biar orang tidak belanja terlalu banyak. Sekarang inflasi turun jadi lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang segera mengatur ulang jadwal pelaksanaan operasi pasar murah pada April 2026. Rencana itu merupakan upaya mewaspadai kondisi inflasi yang diprediksi naik usai momen Lebaran.

"Pemerintah akan menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan," ujar Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, Jumat (3/4/2026).

1. Strategi 4K masih jadi program utama waspadai inflasi

Asisten II Setda Palembang, Isnaini Madani (Dok. Kominfo Palembang)

Selain rencana penyelenggaraan rutin pasar murah di Palembang, kata Isnaini, pemerintah daerah serta tim pengendali inflasi juga berkomitmen bersinergi melaksanakan program 4K. Yakni strategi ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kecukupan distribusi serta komunikasi efektif lintas sektor.

"Strategi 4K ini tentu harus dilakukan secara berkelanjutan," jelasnya.

2. Pemerintah siapkan cadangan pangan lewat kerjasama antar daerah

Pasar murah Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Isnaini menyampaikan, tak hanya pasar murah, langkah awal mengantisipasi agar tak terjadi inflasi pada April 2026 adalah dengan melakukan kerja sama antardaerah. Kerja sama berupa persiapan dan penambahan cadangan pangan.

“Melalui penambahan cadangan pangan dan operasi pasar, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan,” kata dia.

3. Kolaborasi pengendalian inflasi diharapkan mampu jangan pangan

Kantor Wali Kota Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, pada Maret 2026, tingkat inflasi mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Februari.

Tercatat inflasi Palembang pada Maret 2026 turun menjadi 3,10 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari di angka 4,37 persen.

"Penurunan ini sekaligus bentuk nyata sinergi pemerintah dengan tim pengendalian inflasi daerah. Kolaborasi diharapkan bisa menjaga stabilitas ekonomi secara kontinu," jelas Isnaini.

Editorial Team