Waspada Super Flu, Dinkes Sumsel Imbau Warga Kembali Terapkan PHBS

- Dinkes Sumsel imbau masyarakat waspada terhadap Super Flu, khususnya saat musim penghujan
- Super Flu dapat menjadi ancaman epidemi, dengan gejala berat yang perlu diwaspadai
- Pihak Dinkes memperkuat sistem surveilans ILI dan SARI serta koordinasi lintas sektor untuk deteksi dini kasus influenza
Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan (Sumsel) meminta masyarakat mulai mewaspadai merebaknya influenza A subclade K atau Super Flu. Super Flu dinilai dapat menjadi ancaman epidemi saat musim penghujan sehingga masyarakat diminta untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Kewaspadaan tetap diperlukan dengan pendekatan edukatif dan berbasis risiko," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel Ira Primadesa, Sabtu (3/1/2026).
1. Dinkes Sumsel memastikan belum ada kondisi darurat super flu

Ira menjelaskan, sejauh ini belum ada kondisi darurat dari influenza ini. Namun pihaknya memastikan, akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan kasus yang ada guna mengambil langkah cepat penanganan.
"Saat ini belum ada kondisi darurat terkait influenza varian baru di Indonesia. Pemerintah daerah juga perlu siap, tenang, dan terkoordinasi (dalam mengantisipasinya)," jelas dia.
2. Super flu berisiko pada anak, lansia, dan ibu hamil

Ira menjelaskan, super flu dengan gejala berat perlu diwaspadai masyarakat. Adapun ciri-cirinya seperti demam tinggi secara mendadak, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot hebat, lemas dan sesak napas.
"Risiko bisa meningkat pada anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, dan riwayat kontak dengan unggas sakit atau mati," jelas dia.
3. Lakukan koordinasi lintas sektor

Menurutnya, gejala super flu sejauh ini dikategorikan sebagai penyakit musiman. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat menggunakan masker jika merasa sakit dan menutup mulut ketika batuk.
"Kami juga mengimbau penggunaan masker bagi masyarakat yang sakit dan peningkatan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan," jelas dia.
Ira menyebut, saat ini pihaknya memperkuat sistem sistem surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kasus influenza berat disertai pelaporan berjenjang.
"Koordinasi lintas sektor dengan bidang peternakan terkait zoonosis juga akan dilakukan dan pemantauan kasus unggas sakit atau mati secara terpadu," jelas dia.


















