Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peringatan Dini BMKG Sumsel 8-11 April 2025 Berpotensi Hujan
Ilustrasi seorang tengah berjalan menggunakan payung di tengah hujan (pexels.com/Emmanuel Codden)
  • BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di Sumsel 8-11 April 2025.
  • Masyarakat DAS dan dataran tinggi diminta waspada terhadap curah hujan tinggi yang bisa terjadi dalam waktu singkat.
  • Peringatan dini untuk wilayah pesisir sungai yang rawan banjir dan dataran tinggi Sumsel yang rawan longsor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumsel dan para pemudik dalam empat hari ke depan mulai 8-11 April 2025, untuk waspada terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat. Prakiraan cuaca tersebut disampaikan BMKG akan terjadi secara merata dihampir seluruh wilayah Sumsel.

Hujan secara merata terjadi di beberapa daerah dalam waktu yang berbeda. Hal ini membuat masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan dataran tinggi untuk lebih waspada mengantisipasi kemungkinan dari curah hujan yang tinggi tersebut meski bisa terjadi dalam waktu yang singkat.

1. Wilayah dataran rendah berpotensi banjir

Ilustrasi banjir (IDN Times/Esti Suryani)

Untuk peringatan dini pada hari Selasa, 8 April 2025 hingga Jumat, 11 April 2025, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat kemungkinan hujan terjadi mulai pagi hingga dini hari dibeberapa wilayah.

Peringatan ini ditujukan untuk beberapa daerah di aliran pesisir sungai yang rawan akan banjir. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dengan disertai petir dan kilat masih berpotensi terjadi di Musi Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir, OKU, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Muara enim

2. Wilayah dataran tinggi waspada longsor

Ilustrasi seorang tengah duduk di dalam bus di saat hujan (pexels.com/Zeynep Sude Emek)

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi Sumsel. BMKG memberikan peringatan dini agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk waspada.

Beberapa rawan longsor tersebut yakni Musi Rawas Utara, Muara Enim, Empat Lawang dan OKU Selatan, Pihaknya mencatat kemungkinan hujan dengan intensitas ringan dan lebat disertai petir dan kilat masih berpotensi pada waktu tertentu.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kejadian ekstrem yang dapat terjadi dalam dasarian mendatang, terutama di daerah-daerah rawan bencana hidrometeorologi," ungkap Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis.

3. Dasarin satu April masih berpotensi hujan

Ilustrasi seorang tengah berjalan menggunakan payung di tengah hujan (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Wandayantolis menjelaskan, Kondisi cuaca di dasarian III tersebut dipengaruhi indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang diprediksi akan tetap netral hingga semester kedua 2025. Stasiun Klimatologi Sumsel juga mencatat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada kategori netral dengan indeks 0.10 yang juga diprediksi akan terjadi hingga semester kedua 2025.

Saat ini kondisi aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin baratan. Belokan dan pertemuan angin terlihat di sekitar garis ekuator menyebabkan pusat tekanan rendah terlihat di sekitar perairan selatan Jawa dan Laut Timor.

"Analisis pada dasarian II Maret 2025 menunjukkan MJO aktif di fase 4 (wilayah Benua Maritim). MJO diprediksi akan tidak aktif hingga pertengahan dasarian III Maret 2025 dan kembali aktif pada fase 6 dan 7 (wilayah Pasifik Barat) pada akhir dasarian III Maret 2025 hingga awal dasarian I April 2025," jelas dia.

Editorial Team

Related Article