Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Sumsel Siapkan Cetak Lahan Baru Untuk Dukung Swasembada Pangan

Pemprov Sumsel Siapkan Cetak Lahan Baru Untuk Dukung Swasembada Pangan
Ilustrasi lahan pertanian (Dok: EZ-FLO)
Intinya Sih
  • Sumsel menambah 100.000 ha lahan pertanian untuk swasembada pangan
  • Pemetaan dilakukan di empat wilayah prioritas: Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin
  • Produksi beras Sumsel surplus 890 ribu ton per tahun untuk membantu daerah lainnya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Rencana pemerintah pusat melakukan swasembada pangan membuat Sumsel akan menambah 100.000 Hektare (ha) lahan baru untuk pertanian. Langkah ini dilakukan dengan melakukan pemetaan untuk mencari lokasi cetak sawah yang tepat.

"Ada empat wilayah di Sumsel yang menjadi prioritas adalah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Data pemetaan sudah selesai dan potensi lahan yang bisa dicetak sudah teridentifikasi," jelas Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, Senin (4/11/2024).

1. Kejar target swasembada pangan nasional

Mentan Andi Amran Sulaiman (tiga kiri) memaparkan konsep swasembada pangan saat Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang (Dok ANTARA/Kementan)
Mentan Andi Amran Sulaiman (tiga kiri) memaparkan konsep swasembada pangan saat Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang (Dok ANTARA/Kementan)

Bambang menyebutkan, proses pemetaan dalam mencetak sawah baru itu merupakan komitmen Sumsel membantu pemerintahan baru dalam mewujudkan langkah swasembada. Pihaknya pun melibatkan ATR BPN dan Dinas Kehutanan Sumsel.

"Kami berkomitmen penuh untuk menyiapkan sasaran-sasaran dari pemerintah pusat, sehingga Sumsel dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan," jelas dia.

2. Saat ini periode tanam Sumsel 2 kali setahun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau lahan pertanian yang ada di Merauke, Papua Selatan. IDNTIMES-HumasKementan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau lahan pertanian yang ada di Merauke, Papua Selatan. IDNTIMES-HumasKementan

Bambang mencatat, saat ini produksi beras di wilayah Bumi Sriwijaya mencapai 1,73 juta ton per tahun. Sedangkan untuk jumlah konsumsel masyarakat Sumsel selama ini mencapai 840 ribu ton per tahun sehingga ada surplus beras yang digunakan untuk membantu daerah lainnya.

"Walaupun produksi kami sudah cukup baik, kami tetap perlu meningkatkan indeks penanaman. Saat ini, hanya 20 persen lahan yang bisa ditanami dua kali dalam setahun," jelas dia.

3. Dalam 3-4 tahun produksi beras diklaim akan meningkat

ilustrasi beragam jenis beras di pasar (pexels.com/Justin Brinkhoff)
ilustrasi beragam jenis beras di pasar (pexels.com/Justin Brinkhoff)

Bambang menilai, langkah optimasi lahan pertanian di Sumsel dalam 3 sampai 4 tahun mendatang diyakini akan berkontribusi lebih besar unyuk ketahanan pangan yang dicita-citakan.

"Dengan adanya optimalisasi lahan, kita harap indeks pertanaman dan produksi beras bisa meningkat,” jelas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More