Pemekaran Banyuasin, Slamet Somosentono Janjikan Lobi Prabowo Subianto

- Debat Pilkada Banyuasin 2024 fokus pada pemekaran wilayah, dengan kedua kandidat setuju akan pemekaran Banyuasin Timur untuk pemerataan pembangunan.
- Kabupaten Banyuasin memiliki bentang geografis terluas ke-2 di Sumsel, Slamet yakin Presiden Prabowo akan menyetujui pemekaran wilayah menjadi Banyuasin Tengah dan Banyuasin Timur.
- Both petahana Slamet and Askolani mendukung pemekaran wilayah sebagai upaya pemerataan pembangunan, dengan Askolani telah menyiapkan Slamet untuk memimpin Banyuasin Timur sebelumnya.
Banyuasin, IDN Times - Isu pemekaran wilayah Banyuasin jadi fokus utama yang dibahas dalam debat pertama di Pilkada Banyuasin 2024. Calon Bupati Banyuasin, Slamet Somosentono dan Askolani sama-sama menyetujui adanya pemekaran wilayah di Banyuasin.
"Jika kami terpilih, pasangan Slamet-Alfi berjanji akan melakukan pemekaran Banyuasin Timur untuk pemerataan pembangunan," ungkap Slamet, Kamis (10/10/2024).
1. Janjikan lobi Prabowo sebagai prioritas

Kabupaten Banyuasin menjadi wilayah dengan bentang geografis terluas ke-2 di Sumsel dengan luas 11.832,99 kilometer persegi. Menurut Slamet, pemerataan ekonomi dan pembangunan akan sulit tercapai jika bentang geografis tersebut tak dibagi menjadi wilayah baru.
Dirinya mengaku, memiliki kedekatan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto sehingga isu pemekaran wilayah akan lebih muda diperjuangkan.
"Kami yakin Prabowo akan menyetujui pemekaran wilayah Banyuasin menjadi Banyuasin Tengah dan Banyuasin Timur," jelas dia.
2. Klaim pengalaman dalam pemekaran wilayah

Slamet pun mengaku berpengalaman dalam mengawal pemekaran wilayah. Pasca reformasi sebagai dirinya sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Banyuasin dan memperjuangkan peningkatan APBD dari awalnya Rp290 miliar menjadi Rp2,7 triliun saat ini.
Dirinya pun menjadi Ketua Konsorsium dalam memperjuangkan pemekaran Banyuasin Timur pada 2015 silam. Sehingga isu ini tetap akan menjadi prioritas kepada masyarakat jika nantinya terpilih.
"Kami yakin, dengan pengalaman yang kami miliki pemekaran wilayah dapat diwujudkan sehingga pembangunan bisa merata," jelas dia.
3. Askolani klaim siapkan Slamet untuk Bupati Banyuasin Timur

Menanggapi pernyataan lawannya, Petahana Askolani juga mengatakan hal serupa. Dirinya mengakui bahwa pemerataan pembangunan hanya bisa diwujudkan jika Banyuasin kembali dimekarkan menjadi beberapa daerah baru.
"Hal itulah yang mendorong kami berdua (Askolani-Slamet) menyetujui pemekaran wilayah Banyuasin Timur. Saat itu saya yang langsung tanda tangan," jelas Askolani.
Askolani dan Slamet merupakan petahana yang sebelumnya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin 2018-2023. Askolani mengaku, telah menyiapkan Slamet untuk memimpin Banyuasin Timur kala itu.
"Sebenarnya, saya sudah menyiapkan pakde (Slamet) untuk menjadi bupatinya. Tapi karena terhambat aturan moraoriummaka hal itu belum terwujud," jelas dia.

















