Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasutri di OKU Timur Tewas di Irigasi, Diduga Kecelakaan Tunggal
Proses evakuasi jenazah Pasutri yang tenggelam di irigasi OKU Timur. (Dok. Basarnas Palembang)
  • Pasutri ditemukan tewas mengapung di irigasi desa setempat pada waktu berbeda
  • Keduanya diduga mengalami kecelakaan tunggal dan tenggelam di irigasi tersebut
  • Hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ogan Komering Ulu Timur, IDN Times - Pasangan suami istri (Pasutri) yang merupakan warga Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur ditemukan tewas mengapung di irigasi desa setempat, Jumat (19/4/2025). Kedua korban yakni Supardi (35) dan istrinya Sunar Winingsih (33) ditemukan di lokasi yang sama dengan rentang waktu berbeda.

Diduga kedua korban yang kesehariannya pedagang asal Desa Tebat Jaya ini mengalami kecelakaan tunggal lalu tenggelam di irigasi tersebut. Jasad Supardi ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat pukul 13.08 WIB. Sementara sang istri lebih dahulu sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang warga yang sedang mencari ikan.

1. Polisi temukan motor korban di dekat lokasi penemuan jenazah

Proses evakuasi jenazah Pasutri yang tenggelam di irigasi OKU Timur. (Dok. Basarnas Palembang)

Kasatreskrim Polres OKU Timur, AKP Mukhlis mengatakan, hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

"Di dekat lokasi penemuan kedua jenazah, petugas menemukan sepeda motor milik pasutri tersebut. Temuan ini menguatkan dugaan sementara bahwa keduanya menjadi korban kecelakaan tunggal dan tercebur ke dalam saluran irigasi saat melintas," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (19/4/2025).

2. Diduga keduanya jatuh ke irigasi saat melintas

Proses evakuasi jenazah Pasutri yang tenggelam di irigasi OKU Timur. (Dok. Basarnas Palembang)

Mukhlis menjelaskan, diduga mengarah pada kejadian yang mengakibatkan keduanya terpeleset atau kehilangan kendali saat berkendara di sekitar saluran irigasi dan tidak mampu menyelamatkan diri.

“Barang-barang milik korban juga masih lengkap. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada bekas kekerasan. Dugaan sementara, keduanya jatuh ke irigasi saat melintas dan tenggelam,” ungkapnya.

Setelah proses evakuasi yang melibatkan tim gabungan dan warga, jenazah pasangan suami istri ini dibawa ke Puskesmas Sukaraja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meskipun diduga mengarah pada kecelakaan tunggal, pihak Satreskrim Polres OKU Timur menyatakan akan tetap melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada faktor lain yang menjadi penyebab tragedi ini.

3. Kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarga

Proses evakuasi jenazah Pasutri yang tenggelam di irigasi OKU Timur. (Dok. Basarnas Palembang)

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin selaku SMC (SAR Mission Coordinator) dalam pelaksanaan operasi SAR ini mengatakan, korban Supardi ditemukan mengapung di pinggir irigasi dalam kondisi meninggal dunia tepatnya di tanggul irigasi Aman kabupatem Buay Madang sekitar radius 500 meter dari lokasi awal kejadian. 

"Korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke ambulan untuk dibawa ke Puskesmas Sukaraja lalu diserahkan ke pihak keluarga," ucapnya.

Selama proses pencarian Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang Unit Siaga SAR OKU Timur, TNI/Polri, BPBD OKU Timur, perangkat desa dan masyarakat. 

"Pencarian dilakukan dengan cara menyisir aliran tanggul aman irigasi dan melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran tanggul irigasi," ujar Raymond.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article