PAD Semester Pertama Palembang Belum Capai 50 Persen

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang belum menerima hasil pencapaian maksimal Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada semester pertama 2023. Padahal Pemkot menarget pencapaian 2023 lebih dari 50 persen pada akhir Juni.
"Dari target tahun ini hingga Rp1,2 triliun, PAD Palembang baru 37 persen hingga Juni 2023 atau sekitar Rp470 miliar," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Palembang, Herly Kurniawan, Selasa (27/6/2023).
1. PAD belum capai target karena potensi pajak terbesar telah dibayarkan tahun lalu

Menurutnya pencapaian PAD Palembang belum diangka 50 persen karena potensi pajak seharusnya dibayar tahun ini telah dibayar tahun lalu. Yakni pembayaran dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"PLN bayar tahun lalu 100 miliar, harusnya dibayarkan tahun 2023," kata dia.
2. Pajak restoran masih menjadi penyumbang besar untuk PAD Palembang

Herly mengatakan, pencapaian PAD paling besar tahun 2023 disumbang dari hasil pajak restoran sebesar 55,02 persen atau sebesar Rp107,3 miliar. Sementara capaian selanjutnya dari dari pajak Air Tanah sebesar 54,11 persen.
"Ketiga dari Pajak Penerangan Jalan dan Sumber Lain (PLN) 47,59 persen. Capaian terendah yaitu pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yaitu sebesar 9,60 persen," jelasnya.
3. Pemkot Palembang optimis target PAD tahun 2023 tercapai

Meski pencapaian PAD Palembang baru 37,92 persen untuk semester pertama tahun ini, Pemkot optimis mampu mencapai target pendapatan pajak yang telah ditetapkan.
"Kita optimis bisa capai target, karena kita akan terus menggali potensi-potensi pendapatan. Insya Allah tahun ini bisa capai target seperti tahun lalu," timpal dia.



















