Napi Lapas Kelas IIA Padang ikut Program Ibadah saat Ramadan

- Narapidana di Lapas Kelas IIA Padang melaksanakan kegiatan ibadah tarawih dan tadarusan di masjid selama bulan ramadan.
- Rencana kegiatan buka bersama dengan keluarga narapidana, akan dilakukan bergantian setiap blok untuk menjaga kondusifitas dan keamanan.
- Pembatasan jumlah narapidana yang dapat mengikuti solat tarawih dan tadarusan di masjid, serta pemberian pengajian dari para Dai Yayasan Darul Iman.
Padang, IDN Times - Selama bulan ramadan, narapidana di Lapas Kelas IIA Padang diminta untuk melakukan kegiatan kerohanian di masjid yang ada di dalam lingkungan Lapas.
"Selama bulan ramadan ini, kita tetap melaksanakan kegiatan ibadah tarawih dan pelaksanaan tadarusan dan pengajian," kata Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison saat diwawancarai, Minggu (16/3/2025).
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerohanian para narapidana yang ada di Lapas Kelas II A Padang.
1. Buka bersama keluarga narapidana

Selain kegiatan rutinitas tersebut, ia juga berencana untuk melakukan kegiatan buka bersama dengan keluarga pada narapidana.
"Tentunya itu tidak bisa dilakukan sekaligus semuanya. Mungkin nanti akan bergantian setiap blok yang ada di sini," katanya.
Menurutnya, buka bersama dengan keluarga narapidana tersebut akan dibagi dan digilir untuk setiap blok agar kondisi tetap kondusif dan aman.
"Selain itu, kami juga akan melakukan buka bersama antara pegawai Lapas Kelas IIA Padang dengan narapidana," katanya.
2. Pembagian saat pelaksanaan tarawih

Ia mengungkapkan, untuk pelaksanaan tarawih di masjid yang ada di dalam Lapas sendiri tidak bisa semua narapidana mengikutinya karena keterbatasan tempat.
"Masjid kita ini kapasitasnya hanya sekitar 300-an. Sementara jumlah narapidana 865 orang," katanya.
Untuk itu, ia membagi para narapidana yang mengikuti solat tarawih berjamaah di masjid. Ia membatasi sebanyak delapan kamar untuk setiap blog melakukan solat tarawih.
"Bagi yang tidak bisa ikut solat tarawih di masjid, mereka melaksanakannya di kamar masing-masing secara berjamaah juga," katanya.
3. Pembatasan ikuti tadarus

Selain pembatasan narapidana untuk mengikuti solat tarawih, pihaknya juga membatasi narapidana yang mengikuti tadarusan di masjid tersebut.
"Untuk tadarusan, kita mengambil sekitar 10 orang di setiap blok. Untuk yang lainnya bisa melakukannya di kamarnya masing-masing," katanya.
Sementara untuk penceramah yang dihadirkan di majid Lapas Kelas IIA Padang ia juga mendatangkan para Dai dari sebuah yayasan.
"Kami sudah bekerjasama dengan Yayasan Darul Iman untuk memberikan pengajian kepada para narapidana," katanya.
4. Kenapa kegiatan kerohanian penting?

Junaidi mengungkapkan, pembinaan kerohanian terhadap para narapidana sangat penting. Karena metode yang dijalankan akan berkaitan dengan kerohanian.
"Kalau kegiatan kerohanian sudah diintensifkan, maka metode pembinaan yang diberikan juga akan berjalan dengan baik," katanya.
Menurutnya, dengan begitu para narapidana akan bisa mengalami perubahan dalam pola hidup yang baik tanpa melanggar aturan.
"Diharapkan nantinya akan terjadi penurunan angka pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana setelah ramadan ini," katanya.















![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)



