Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masuk Musim Penghujan, Titik Panas dan Api di Sumsel Turun
(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel memastikan hotspot (titik panas) menurun usai hujan mengguyur rata hampir seluruh wilayah. Kondisi ini menyebabkan potensi karhutla menurun di Bumi Sriwijaya.

"Kondisi titik api saat ini menurun drastis dibandingkan dengan pekan lalu," ungkap Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, Sabtu (18/11/2023).

1. OKI masih berpotensi karhutla

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

Meski ada penurunan titik panas, Sudirman menjelaskan, masih ada sekitar 13 titik tersebar di dua wilayah. Untuk wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat ada 12 titik dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) satu titik.

"Kami masih fokus melakukan pemadaman di OKI dengan cara mengerahkan helikopter water bombing, hujan buatan, dan pemadaman darat," jelas dia.

2. 30 November titik panas hilang di Sumsel

ilustrasi musim hujan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

OKI menjadi wilayah kasus kebakaran luas di Sumsel tahun ini. Hal ini terjadi karena kondisi lahan di OKI terdiri dadi lahan gambut yang luas.

"Kami berharap sebelum tanggal 30 November ini kondisi api di Sumsel khususnya OKI sudah tidak ada lagi," jelas dia.

3. BMKG ingatkan masyarakat kemungkinan bencana hidrometeorologi

Kejadian bencana hidrometeorologi di Sulsel dalam sepekan terakhir. (Dok. Pemprov Sulsel)

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stamet SMB II Palembang Veronica Sinta menyebutkan, saat ini Sumsel sudah memasuki husim penghujan. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bencana Hidrometeorilogi disejumlah daerah baik di wilayah dataran tinggi dan rendah.

Adapun enam wilayah di Sumsel yang mendapat peringatan dini karena memiliki risiko tinggi bencana banjir dan longsor seperti, Kabupaten Lahat, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Empat Lawang dan Muara Enim.

"Untuk itu kita meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan," tutup dia.

Editorial Team

Related Article