Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Korban Kebakaran di Padang: Harusnya Saya di Pesta Pernikahan Cucu

Korban Kebakaran di Padang: Harusnya Saya di Pesta Pernikahan Cucu
Salmi mencari emas yang akan dibawa ke pesta pernikahan cucunya di bekas kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih
  • Korban kebakaran di Lubeg belum menerima bantuan pemerintah hingga Selasa pagi.
  • Bantuan yang diterima hanya dari warga sekitar, sementara korban kehilangan semua harta benda.
  • Beberapa korban kebakaran harus menghadiri acara pernikahan cucu tanpa seserahan dan uang akibat kebakaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Padang, IDN Times - Korban kebakaran di Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) belum menerima bantuan dari pemerintah hingga Selasa (29/10/2024) pagi. Seperti diketahui, sebanyak 30 orang warga di daerah itu menjadi korban dalam kebakaran yang terjadi pada Senin (28/10/2024).

Bantuan yang diterima oleh warga hanya diberikan oleh warga sekitar yang prihatin terhadap para korban kebakaran yang rumahnya hangus akibat bencana itu.

"Belum, sampai pagi ini saya belum ada mendapatkan bantuan dari pemerintah, hanya dari orang perumahan sebelah saja," kata Yusmanila (54) salah seorang korban.

1. Tak bisa hadiri pernikahan cucu

Warga memilah puing-puing setelah kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Warga memilah puing-puing setelah kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Korban lainnya, Salmi (54) mengatakan bahwa dirinya seharusnya hari ini sudah berada di daerah Jambi untuk menghadiri pesta pernikahan cucunya.

"Mau bagaimana lagi, rumah saya habis terbakar semuanya. Tidak ada yang bisa diselamatkan," katanya.

Salmi menyatakan bahwa saat kejadian kebakaran itu dirinya sedang berada di daerah Seberang Padang yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari tempat tinggalnya yang terbakar itu.

"Saat saya kembali ke rumah api sudah besar dan saya tidak bisa lagi menyelamatkan barang-barang saya," katanya.

2. Emas dan kain untuk pernikahan cucu ikut terbakar

Seorang anak yang juga menjadi korban dalam kebakaran mencari barang-barangnya di puing-puing bekas kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Seorang anak yang juga menjadi korban dalam kebakaran mencari barang-barangnya di puing-puing bekas kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Salmi menjelaskan bahwa dirinya akan pergi ke Jambi dan membawa beberapa seserahan untuk pernikahan cucunya yang akan dilaksanakan besok, Rabu (30/10/2024).

"Emas dan kain yang akan menjadi seserahan dalam pernikahan itu juga ikut terbakar. Tidak ada yang bisa diselamatkan lagi," katanya.

Selain seserahan itu, uang yang akan digunakan untuk ongkos ke Jambi sebesar Rp10 juta juga tidak bisa diselamatkan lagi.

"Barang-barang di rumah ini juga habis semua. Tidak ada yang bisa diselamatkan lagi satupun. Karena tadi malam memang tidak ada orang di rumah," katanya.

3. Belum dapat bantuan

Warga memilah puing-puing setelah kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Warga memilah puing-puing setelah kebakaran (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Salmi mengatakan, hingga Selasa pagi dirinya belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Hanya bantuan makanan dari masyarakat sekitar saja.

"Saya hanya punya baju yang saya pakai saat ini saja. tidak ada lagi yang tersisa. Bahkan jilbab saja saya tidak ada lagi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh korban kebakaran lainnya, Yusmanila (54) yang menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Selain itu, warga yang terdampak kebakaran hanya tidur di masjid dan mobil angkot yang dimiliki oleh para korban.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila

Latest News Sumatera Selatan

See More