Ilustrasi bahan pangan pokok. (IDN Times/Faiz Nashrillah)
Rata-rata satu orang korban membayar untuk 50 hingga 100 paket sembako kepada terlapor. Berjalannya waktu, sembako tersebut tak kunjung datang. Korban ini membeli banyak paket sembako murah untuk dibagikan kepada karyawannya jelang Idul Fitri nanti.
"Setiap orang bisa kehilangan puluhan sampai ratusan juta. Saya sendiri rencananya buat dibagi untuk karyawan saya," sesal dia.
FI sedikit beruntung karena masih mendapatkan setengah dari total paket sembako yang dijanjikan. Sedangkan pelapor lain sama sekali belum mendapat paket tersebut. Menurut FI, agen yang dilaporkannya berdalih masih paket sembako masih dalam proses pengemasan.
"Saya pesan 100 paket, baru dikasih separuh. Saya coba tanya waktu itu mana sisa lainnya, dia bilang masih dibungkus makanya saya tunggu saja," ungkapnya.
Lama tak datang, para korban curiga dan mendatangi rumah agen sembako di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Namun orang yang dicari sudah tak berada di rumah, nomor telepon yang bersangkutan pun sudah tidak aktif.