Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Kurban, Sumsel Sebar 500 Petugas Pemantau dan Pemeriksaan Hewan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (IDN Times/Humas Pemprov Sumsel)

Palembang, IDN Times - Jelang Hari Raya Kurban pada 20 Juli mendatang, pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) menyiapkan sekitar 500 petugas pemantau dan pemeriksaan hewan. Mereka terdiri dari dokter dan paramedik hewan yang akan bertugas memastikan sapi maupun kambing sehat sebelum dipotong.

"Total ada 500 petugas pemantauan dan pemeriksaan yang disebar ke kabupaten dan kota hingga ke pelosok Sumsel. Mereka bertugas memastikan tidak ada hewan kurban yang sakit sebelum dipotong," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, Jumat (2/7/2021).

1. Sekitar 3.000 desa di Sumsel melaksanakan kurban

Ilustrasi pemeriksaan hewan ternak. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Selain memastikan hewan kurban tidak sakit, para petugas juga diminta memastikan umur hewan kurban yang akan dipotong sesuai dengan aturan. Ia mengatakan, terdapat sekitar 3.000 desa di Sumsel yang akan melakukan pemotongan.

"Karena pelaksanaan kurban tahun ini masih di tengah kondisi pandemik, kita imbau masyarakat agar tidak berkerumun dan tetap menjalankan prokes saat dan sesudah pemotongan," jelas dia.

2. Pemantauan hewan kurban dilakukan hingga H-5 lebaran

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mulut sapi. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Proses pelaksanaan pemeriksaan dan pemantauan hewan kurban sudah dilaksanakan sejak 20 Juni 2021 lalu hingga H-5 lebaran atau pada 15 Juli 2021. Para petugas memberi pembekalan pemotongan hewan kurban dengan mendatangi masjid-masjid.

"Kita harap di tahun ini tidak ada lagi yang melanggar batasan usia hewan kurban yang akan dipotong dan tidak ada lagi hewan yang sakit," jelas dia.

3. Wagub Sumsel berharap pemotongan tahun ini tidak asal-asalan

Ilustrasi hewan ternak (ANTARA FOTO/Rahmad)

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menjelaskan, pemantauan hewan kurban di Sumsel adalah inisiatif Pemprov untuk menata prosesi ritual tahunan. Menurutnya selama ini proses pemotongan hewan kurban kerap dilakukan sembarangan terutama saat pemotongan berlangsung.

"Ada daging yang sudah dipotong lalu diletakkan di tanah dan pakai daun, padahal itu tidak menjamin kesehatan daging. Kita tidak mau kejadian ini terjadi demi kebaikan bersama," jelas dia.

Editorial Team

Related Article