Palembang, IDN Times -Rektor Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang, Ki Joko Siswanto menyatakan, menjadikan kasus tewasnya mahasiswa Unitas, Muhammad Akbar (19), saat mengikuti proses pelatihan pra pendidikan dasar (diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) di Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) pada 17 Oktober lalu, sebagai bahan evaluasi.
"Saya meminta kepada Komando Resimen Mahawijaya yang menaungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Menwa di seluruh kampus Sumsel, supaya tidak lagi menimbulkan kekerasan, dan ini jadi bahan evaluasi kita," katanya saat menggelar konferensi pers di Laboratorium Hukum Unitas Palembang, Senin (4/11).
