Gunung Marapi Siaga, 10 Kecamatan Terancam Terdampak Erupsi

- 10 kecamatan di Sumatra Barat terancam dampak erupsi Gunung Marapi, termasuk Lengayang, Agam, dan Tanah Datar.
- Koordinasi dilakukan untuk mengambil keputusan terkait status siaga Gunung Marapi setelah naik dari level waspada.
- Jarak aman dari kawah Gunung Marapi diperjauh menjadi 4,5 km, BPBD membagikan masker kepada masyarakat terdampak abu vulkanik.
Padang, IDN Times - Juru bicara (Jubir) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Ilham Wahab mengungkap, ada 10 kecamatan yang terancam bakal terdampak erupsi Gunung Marapi.
"Ada 10 kecamatan yang dekat dengan KLB Marapi, seperti Kecamatan Lengayang dan lainnya yang ada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar," kata Ilham pada Kamis (9/11/2024).
Sementara, untuk dampak abu vulkanik yang beterbangan, saat ini menurut Ilham sudah berdampak terhadap daerah Bukittinggi dan lainnya. "Kalau untuk abu vulkanik itu kan tergantung arah angin. Kemarin sudah ada seperti di Bukittinggi dan Agam," katanya.
1. Tindakan akan dirapatkan besok

Ilham juga mengungkap, pihaknya belum memutuskan tindakan yang akan diambil, usai naiknya status Gunung Marapi dari level waspada menjadi siaga.
"Kami akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk kabupaten/kota, rencana besok jam 14.00 WIB dan akan dihadiri oleh BNPB," katanya.
Dari rapat tersebut, pihaknya dengan berbagai pemegang kebijakan akan mengambil keputusan mengenai langkah yang diambil ke depan untuk Gunung Marapi.
"Apakah kami akan menetapkan status siaga darurat atau status siaga ini akan ditetapkan oleh kabupaten/kota," katanya.
2. Jarak aman dari Gunung Marapi menjadi 4,5 km

Gunung Marapi erupsi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Marapi pun mengubah rekomendasi.
Salah satu perubahan rekomendasi yang diajukan adalah jarak aman yang sebelumnya 3 kilometer semakin diperjauh menjadi 4,5 kilometer dari kawah Gunung Marapi.
3. BPBD sejauh ini bagi-bagi masker kepada warga

Ilham mengatakan, tindakan yang sudah dilakukan saat ini adalah dengan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak abu vulkanik yang beterbangan akibat erupsi.
"Kemarin BPBD Kabupaten Agam sudah melakukan bagi-bagi masker kepada masyarakat. Tetapi saat ini ketersediaan masker juga sudah mulai menipis. Nanti akan kami tambah lagi," katanya.


















