Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gunung Marapi Erupsi, Status Ditingkatkan Menjadi Siaga
Ilustrasi erupsi Gunung Marapi (Istimewa)
  • Gunung Marapi erupsi pada 7/11/2024 dengan ketinggian kolom abu 600 meter.
  • Status Gunung Marapi dinaikan dari level 2 waspada menjadi level 3 siaga setelah terjadi erupsi sejak 1 November.
  • Selama erupsi, terjadi beberapa kali gempa di Gunung Marapi dan masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali erupsi pada Kamis (7/11/2024) sekitar pukul 07.33 WIB. Gunung ini juga menyemburkan abu dengan ketinggian kolom sekitar 600 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Marapi menyatakan bahwa kolom abu yang keluar tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur.

Erupsi yang terjadi itu terekam di siesmogram dengan amplitudo maksimum 3.2 mm dan durasi ± 1 menit 27 detik.

1. Status Gunung Marapi naik, erupsi sejak 1 November lalu

Erupsi Gunung Marapi (Foto: Istimewa)

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengungkap status Gunung Marapi dinaikan dari level 2 waspada menjadi level 3 siaga.

Dia juga menjelaskan bahwa Gunung Marapi sudah mengalami erupsi sejak tanggal 1 November lalu. "Dari tanggal 1 hingga tanggal 5 November 2024 terpantau erupsi dengan ketinggian kolom abu 300 meter dari atas kawah," katanya.

2. Terjadi gempa beberapa kali di sekitar gunung

Erupsi Gunung Marapi (Foto: Istimewa)

Wafid mengungkapkan bahwa selama mengalami erupsi, sempat terjadi beberapa kali gempa di Gunung Marapi.

"Ada beberapa kali terjadi gempa akibat erupsi tersebut dan didominasi oleh gempa akibat embusan," katanya.

Ia menyatakan bahwa terjadi 2 kali gempa letusan dan ada juga 42 kali gempa hembusan, satu kali gempa low frekuensi, 2 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, 26 kali gempa tektonik lokal, 4 kali gempa tektonik jauh dan tremor menerus dengan amplitudo 0,5 sampai 1 mm.

3. Warga yang tinggal di sekitar Gunung Marapi diminta waspada

Ilustrasi erupsi Gunung Marapi (Istimewa)

Wafid pun merekomendasikan masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan.

"Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," katanya.

Dia juga merekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Marapi agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi.

Editorial Team

Related Article