Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Genjot Serapan Beras Petani, Bulog Serap 2.800 Ton Gabah per Hari

Genjot Serapan Beras Petani, Bulog Serap 2.800 Ton Gabah per Hari
Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel Heriswan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Serapan bulog di 2025 meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya, mencapai 81 ribu ton hanya pada bulan April.
  • Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan mendorong peningkatan serapan beras dengan harga Rp6.500 per kilogram.
  • Bulog bekerjasama dengan 5 mitra untuk sewa gudang penyimpanan beras, serta merencanakan penyewaan gudang milik mitra di beberapa kabupaten dan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) terus meningkatan penyerapan gabah dan beras dari petani. Serapan tersebut naik lebih dari tinggi dibanding periode yang sama pada tahun sebelum-sebelumnya.

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel, Babel Heriswan menjelaskan, penyerapan gabah dan beras petani saat ini jauh lebih besar dibanding 2022 sekitar 15 ribu ton, 2023 ada 15 ribu ton dan 2024 sekitar 31 ribu ton.

"Di 2025 ini baru bulan April saja sudah ada 81 ribu ton, dan jumlahnya berpotensi bertambah lebih tinggi karena saat ini masih dalam masa panen," ungkap Heriswan, Sabtu (3/5/2025).

1. Bulog jemput bola ambil gabah dan beras langsung di petani

Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel Heriswan (IDN Times/Rangga Erfizal)
Pimpinan Bulog Wilayah Sumsel Babel Heriswan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tingginya serapan gabah dan beras petani tersebut tidak lepas intruksi presiden RI Prabowo Subianto untuk swasembada pangan. Hal ini membuat serapan gabah dan beras petani di wilayah Sumsel dan Babel mengalami peningkatan terlebih pemerintah sudah mematok harga Rp6.500 per kilogramnya.

Harga tersebut lebih tinggi dibanding harga tengkulak sehingga masyarakat memilih menjual hasil buminya ke Bulog. Penetapan harga tersebut tak lain dilakukan untuk kesejahteraan petani.

"Jadi kita sekarang ini, tidak hanya duduk di gudang menunggu beras dari petani, sekarang kita yang jemput bola. Kita langsung beli gabah dan beras petani usai mereka panen," jelas dia.

2. Bulog berencana sewa gudang lain untuk menyerap gabah dan beras

Gudang beras milik Bulog di Wilayah BLK Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Gudang beras milik Bulog di Wilayah BLK Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tingginya serapan tersebut, beberapa gudang milik Bulog sudah dalam kategori penuh. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan 5 mitra untuk sewa pakai gudang penyimpanan beras.

"Kita ada lima mitra saat ini, dimana gudang mereka kita pakai untuk penyimpanan gabah dan beras yang kita serap dari petani. Walau gudang milik Bulog sudah penuh, kita tetap menyerap gabah atau beras petani sesuai amanat Presiden," jelas dia.

Mengantisipasi penuhnya gudang penyimpanan yang ada, Bulog berencana menyewa beberapa gudang milik mitra. Tidak hanya di Palembang tetapi di beberapa kabupaten dan kota termasuk di wilayah Babel.

"Tapi kita tegaskan bahwa meski gudang Bulog penuh, ini tidak membuat adanya penghambatan penyerapan (beras dari petani). Kita terus akan melakukan penyerapan hasil panen," jelas dia.

3. Beras asal Sumsel dikirim ke beberapa daerah di Sumatra

Gudang beras milik Bulog di Wilayah BLK Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Gudang beras milik Bulog di Wilayah BLK Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Penyerapan beras terbesar di Sumsel berasal dari wilayah yang menjadi sentra penghasil beras seperti Banyuasin, Ogan Komering Ilir,, Ogan Ilir. Serapan lainnya menyusul dari wilayah Ogan Komering Ulu, Lubuk Linggau, dan Lahat.

"Gabah yang kita serap rata-rata jumlahnya mencapai 2.200 hingga 2.800 ton per hari," jelas dia.

Ke depan, serapan yang tinggi ini akan digunakan Bulog sesuai kebutuhan pemerintah. Beberapa disiapkan untuk cadangan pemerintah, stabilisasi harga beras dan bantuan bencana.

"Ada yang dikirim untuk pemerataan stok. Seperti beras Sumsel Babel yang dikirim ke Jambi, Riau, Bengkulu," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More