Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar 8 Petahana yang Tumbang di Pilkada Sumsel 2024
Lokasi TPS 27 Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • 17 wilayah di Sumsel selesai rekapitulasi suara, 8 petahana tumbang
  • Petahana melawan petahana, turut mempengaruhi iklim politik di Bumi Sriwijaya.

  • Petahana tumbang di Kabupaten Musi Rawas, Banyuasin, Pagar Alam, Palembang, Prabumulih, OKI, dan Lahat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sebanyak 17 wilayah kabupaten/kota di Sumatra Selatan (Sumsel) telah merampungkan proses rekapitulasi suara. Hasilnya, sebanyak delapan petahana dipastikan tumbang menghadapi penantangnya.

Kontestasi pilkada di Sumsel menghasilkan banyak kekalahan bagi petahana. Kekalahan petahana melawan petahana, turut mempengaruhi iklim politik di Bumi Sriwijaya.

Berdasarkan pantauan IDN Times di laman resmi KPU, Jumat (6/12/2024) pukul 09.30 WIB, tercatat kekalahan petahana terjadi mulai dari pemilihan tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Terdapat tiga calon kepala daerah berstatus petahana sama-sama maju setelah periode sebelumnya terpilih bersama.

Lalu, ada petahana yang sebelumnya menjabat posisi wali kota turut tumbang melawan penantangnya. Empat lainnya petahana yang sebelumnya menjabat wakil kepala daerah turut tumbang saat maju sebagai kepala daerah. Berikut nama-nama calon kepala daerah yang tumbang di Pilkada Serentak 2024.

1. Petahana vs petahana di Pilkada Sumsel, Musi Rawas dan Banyuasin

Calon gubernur Sumsel urut 3 Mawardi Yahya (IDN Times/Rangga Erfizal)

Di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2025-2030, Herman Deru menghadapi Mawardi Yahya yang di periode sebelumnya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur 2018-2023.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara pertarungan antarpetahana ini menunjukan keunggulan Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) yang keluar sebagai peraih suara terbanyak sebesar 2.220.438 pemilih. Lalu Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (ERA) 1.082.241 suara. Sementara Mawardi Yahya-RA Anita Noeringhati (Matahati) hanya meraih suara terendah sebesar 999.141 pemilih.

Selanjutnya di Kabupaten Musi Rawas, petahana Ratna Mahmud-Suprayitno menang telak menghadapi Suwarti-Thamrin Hasan. Ratna-Suwarti sebelumnya sama-sama terpilih sebagai kepala daerah pada pilkada serentak 2020. Keduanya lalu berpisah untuk maju sendiri-sendiri di Pilkada 2024.

Ratna-Suprayitno meraih suara terbanyak sebesar 148.629 suara. Sementara Suwarti-Thamrin Hasan hanya meraih 80.646 suara.

Sama halnya di Banyuasin, petahana melawan petahana juga terjadi dengan hasil salah satu petahana tumbang. Askolani berhasil menyingkirkan mantan wakilnya Slamet Somosentono. Berdasarkan hasil rekapitulasi, Askolani-Netta Indian meraih suara terbanyak sebesar 201.505 suara dibanding pasangan Slamet-Alfi Rustam 132.013 suara.

2. Petahana Wali Kota Pagar Alam tumbang raih suara terendah

Ilustrasi rekapitulasi suara di tingkat kabupaten. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Di Pilwako Pagar Alam, petahana Alpian Maskoni yang berpasangan dengan Alfikriansyah tumbang dengan perolehan suara terendah dari tiga calon kepala daerah. Berstatus petahana, Alpian-Alfikriansyah hanya mampu meraih 29.231 suara. Sementara penantangnya Hepi Safriani-Epsi Komar, memperoleh 29.538 suara, disusul pemenang Ludi-Bertha (Luber), meraih suara terbanyak dengan 33.672 suara.

3. 4 petahana tumbang saat maju sebagai kepala daerah

Pendukung Herman Deru melakukan sujud syukur (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berstatus petahana tak membuat empat calon kepala daerah di Palembang, Lahat, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Prabumulih memenangkan kontestasi. Berdasarkan hasil rekapitulasi, keempat kontestan petahana tumbang oleh penantangnya.

Di Pilkada Palembang, Wakil Wali Kota 2 periode 2015-2023, Fitrianti Agustinda tumbang dengan raihan suara terendah. Fitrianti-Nandriani hanya mampu meraih 175.495 suara. Fitrianti-Nandriani kalah suara dari pasangan Yudha-Bahar yang meraih 229.895 suara dan Ratu Dewa-Prima Salam 352.696 suara.

Sedangkan di Prabumulih, petahana yang juga berstatus Wakil Wali Kota 2013-2023 Adriansyah Fikri turut tumbang saat maju sebagai Wali Kota Prabumulih 2025-2024. Adriansyah Fikri-Syamdakir Amrullah meraih suara terendah dengan mendapatkan 18.175 suara. Adriansyah Fikri tumbang melawan penantangnya Suryanti Ngesti Rahayu-Mat Amin yang meraih 33.957 suara dan pasangan Arlan-Franky Nasril unggul dengan meraih 59.492 suara.

Lalu di OKI petahana M Dja'far Shodiq-Abdi Yanto juga tumbang menghadapi penantangnya Muchendi Mahzareki-Supriyanto. Berstatus sebagai mantan Wakil Bupati OKI 2018-2023 dan Bupati 2023, Dja'far tak bisa berbuat banyak. Dirinya tumbang dengan memperoleh 184.844 suara. Muchendi yang merupakan anak mantan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mendominasi raihan suara terbanyak 234.398 suara.

Selanjutnya di Pilkada Lahat, petahana Wakil Bupati Haryanto gagal duduk di posisi semula setelah tumbang dalam pilkada serentak. Haryanto yang maju kembali sebagai wakil bupati berpasangan dengan Lidyawati hanya meraih 74.574 suara.

Pasangan Lidyawati-Haryanto hanya unggul tipis dengan pasangan Yulius Maulana-Budiarto yang meraih 73.442 suara dan kalah telak dari pasangan Bursah Zarnubi-Widia Ningsih yang meraih 103.950 suara.

Editorial Team

Related Article