BPBD Sumsel Catat 2.065 KK Terdampak Banjir di OKU

- 5 kecamatan di OKU terendam banjir, 6.036 jiwa terdampak
- Hujan ekstrem di hulu Sungai Ogan menjadi penyebab utama banjir
- Pj Bupati OKU menuding deforestasi sebagai penyebab banjir terbesar dalam 42 tahun terakhir
Ogan Komering Ulu, IDN Times - Dampak luapan Sungai Ogan serta anak sungai di wilayah Baturaja Timur membuat lima kecamatan terendam banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatta Selatan (Sumsel). Meski luapan air sungai tersebut sudah perlahan surut, namun tercatat ada 6.036 jiwa terdampak banjir.
Adapun lima kecamatan yang terendam tersebut yakni, Baturaja Timur, Lubuk Batang, Peninjauan, Lubuk Raja, dan Kedaton Peninjauan Raya.
"Total ada 2.065 KK terdampak dan 1.534 unit rumah terendam di kisaran 30-100 sentimeter dalam banjir yang terjadi pada 15-16 Juni 2024 lalu," ungkap Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Kamis (20/6/2024).
1. Ada perubahan pola cuaca di OKU

Sudirman menerangkan, banjir yang terjadi di OKU disebabkan hujan ekstrem yang terjadi di hulu Sungai Ogan. Dari data BMKG, pihaknya mencatat ada perubahan pola cuaca karena ada belokan angin dan konvergensi di Sumsel bagian selatan sehingga ada perlambatan massa udara.
"Hal tersebut menyebabkan penumpukan massa udara kemudian ditambah gelombang ekuatorial (Rossby) yang sedang aktif di daerah tersebut. Hal ini juga berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan yang meningkat," jelas dia.
2. Kerugian materil capai miliaran rupiah

Intensitas hujan lebat tersebut menyebabkan hujan sedang dan lebat disertai kilat dan angin kencangyang merata di wilayah OKU. Hal ini mengakibatkan intensitas hujan yang turun di OKU menjadi sangat lebat dengan durasi yang cukup lama.
"Akibat hujan itu aliran sungai dibagian hilir sungai Ogan meluap dan merendam banyak rumah dibeberapa kecamatan," jelas dia.
Sudirman menambahkan, saat ini pihaknya terus mendata jumlah kerugian akibat banjir yang terjadi di OKU. Pihaknya mengklaim sejauh ini tak ada korhan jiwa dalam kejadian banjir tersebut. Pihaknya pun mengimbau warga untuk waspada dengan ancaman banjir susulan di wilayah OKU.
"Untuk korban jiwa nihil dalam banjir kali ini. Adapun kerugian materil mencapai Rp3,9 Miliar," jelas dia.
3. Intensitas banjir terbesar dalam 42 tahun terakhir

Pj Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, menyebut banjir yang melanda OKU dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh penggundulan hutan. Teddy menyebut ada upaya penggundulan hutan secara masif yang dilakukan hingga menyebabkan banjir melanda OKU ketika hujan besar terjadi.
"Permasalahan deforestasi dibagian hulu disebabkan berbagai hal. Ini lah yang akan kami kaji dan dalami," ungkap Teddy, Rabu (19/6/2024).
Teddy menjelaskan jika banjir tahun ini termasuk yang paling besar terjadi dalam 42 tahun terakhir. Dirinya menilai, intensitas banjir pun terbanyak terjadi di tahun ini.
"Dalam satu tahun terjadi tiga kali banjir, pasti ada yang salah," ungkap dia.

















