Para sopir truk terpaksa buka baju karena teriknya cuaca hari ini (IDN Times/Rangga Erfizal)
Harga Pertalite mengalami penyesuaian harga dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Lalu solar Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax Rp12.750 per liter menjadi Rp6.800 per liter.
Salah seorang pengangkut air bersih Sudin (52) cukup kecewa langkah pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi. Dari kenaikan harga tersebut, dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli solar kendaraannya.
Per tiga hari, Sudin biasanya mengisi Solar sebanyak Rp150.000 untuk sekitar 30 liter solar. Dengan adanya kenaikan ini, dirinya harus mengeluarkan uang lebih.
"Kalau naik begini kan jadi pengeluaran yang saya keluarkan. Padahal Rp50.000 sangat berarti untuk hidup sehari-hari," jelas dia.
Sudin juga menilai, kenaikan harga BBM secara langsung akan berpengaruh ke kebutuhan pokok yang melambung. Selain itu, pasukan Solar yang terbatas juga harus dipikirkan jangan sampai masyarakat antre terlalu lama.
"Dari dua bulan terakhir antrean Solar selalu panjang. Kalau memang mau naik, kuota BBM juga dinaikan. Jadi kami tidak harus antre berjam-jam," ujar dia.