Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ASN Pemkot Palembang Diwajibkan Naik LRT, tapi Terkendala Faktor Ini

ASN Pemkot Palembang Diwajibkan Naik LRT, tapi Terkendala Faktor Ini
IDN Times/Feny Maulia Agustin
Share Article

Palembang, IDN Times - Plt Kepala Dinas Perhubungan Palembang, Agus Supriyanto, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk wajib mengikuti surat edaran Gubernur Sumsel nomor 013/SE/Dishub/2019, tentang gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum (LRT, BRT dan angkutan kota) berangkat ke kantor pergi dan pulang.

"Awal September ASN diwajibkan menggunakan angkutan umum. Utamanya menggunakan LRT. Namun, aturan ini masih terkendala banyaknya ASN yang tidak tinggal berdekatan dengan rute yang dilalui LRT, dan tidak adanya angkutan feeder (angkutan penghubung)," jelasnya, Jumat (9/8).

1. Penggunaan angkutan umum LRT akan dievaluasi

IDN Times/Rangga Erfizal
IDN Times/Rangga Erfizal

Menurut Agus, penggunaan angkutan umum LRT itu sebagai salah satu cara membangun gerakan moral untuk mencintai angkutan umum di kota. Nantinya, kegiatan ini akan dievaluasi sebulan kemudian, untuk melihat sebera efektif peraturan yang diwacanakan.

"ASN dan staff lainnya wajib melakukan dan mentaati keharusan ini, sebagai bentuk dukungan pada penggunaan LRT. Ya sudah dibangun (LRT) harus dihargai dan diapresiasi dengan mempergunakannya seperti ini" ujarnya.

2. ASN boleh menggunakan angkutan umum lain

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Agus melanjutkan, karena banyak ASN yang tinggalnya tak berdekatan dengan jalur LRT< maka pihaknya memperbolehkan untuk menggunakan angkutan umum lainnya.

"Terutama mereka yang tinggal di kawasan Perumnas, Gandus dan Talang Kelapa. Bagi yang rumahnya jauh dari stasiun LRT, boleh menggunakan angkutan umum lainnya, baik angkot dan ojek online. Tapi diharapkan tetap menggunakan LRT," terangnya.

3. Ada feeder yang belum tersentuh

IDN Times/Feny Maulia Agustin
IDN Times/Feny Maulia Agustin

PIhaknya mengakui, jelas Agus, bahwa sampai sekarang belum ada feeder atau angkutan penghubung dari stasiun LRT, ke perumahan warga ataupun sebaliknya. Oleh karena itu, pihaknya akan menambah sembilan feeder yang sudah direncanakan dan sudah ditentukan titiknya, namun memang belum dijalankan.

"Konektivitas antara bus Trans Musi dan LRT sudah ada dan sudah berjalan, tapi ada feeder yang belum tersentuh. Kita sedang mengupayakan di setiap stasiun LRT pasti ada halte Trans Musi, saat ini memang belum begitu efektif," jelasnya.

4. Pemberlakukan feeder terkendala anggaran

IDN Times/Feny Maulia Agustin
IDN Times/Feny Maulia Agustin

Sementara, Kasi Angkutan Dishub Palembang, Indra Suryadi menuturkan, sebenarnya mereka sudah membuat sembilan rute feeder dengan angkutan bus Trans Musi. Dari sembilan itu ada dua rute yang sempat berjalan sebentar. 

"Sekarang tidak berjalan lagi, karena terkendala anggaran. sebab feeder ini subsidi dari pemerintah daerah," tuturnya.

Indra mengatakan, pada Maret 2020 mendatang, dipastikan feeder akan berjalan. Karena akan diberikan dana bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam program by the service.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sidratul Muntaha
EditorSidratul Muntaha

Latest News Sumatera Selatan

See More

Harga Karet Sumsel Naik saat Rupiah 18 Ribu, Angin Segar Bagi Petani

08 Jun 2026, 13:07 WIBNews