14 WNI evakuasi dari Lebanon tiba di Indonesia. (dok. PWNI Kemlu RI)
Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha mengatakan, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 79 WNI, dan satu WNA keluar dari Lebanon. Evakuasi ini merupakan tindak lanjut setelah Israel masih terus menggempur Lebanon dengan dalih memburu para pejuang Hizbullah. Pada Sabtu lalu (12/10/2024), serangan udara Israel membunuh 51 orang dan melukai 174 orang.
Judha mengungkap, gelombang ke-6 evakuasi WNI dari Lebanon itu dikonfirmasi telah tiba pada 10 Oktober 2024 pukul 22.00 WIB, dengan mengangkut 14 WNI dari Lebanon melalui jalur udara dengan rute penerbangan dari Beirut menuju Jakarta dengan titik transit di Jeddah (Arab Saudi) dan Dubai (UEA).
Dari 14 WNI tersebut, 10 orang merupakan laki-laki dan empat orang perempuan. Para WNI berasal dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah mengevakuasi 65 WNI dan satu WNA dalam lima gelombang evakuasi pada 10 Agustus 2024, 18 Agustus 2024, 28 Agustus 2024, 2 Oktober 2024, dan 3 Oktober 2024.
“Dengan demikian, total jumlah warga yang berhasil dievakuasi dari Lebanon oleh pemerintah RI adalah 79 WNI dan 1 WNA,” kata Judha dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Menurut Judha, jumlah WNI yang masih berada di Lebanon saat ini sebanyak 85 orang. Sebanyak 17 WNI yang berprofesi sebagai pekerja migran dan diaspora yang menikah dengan WNA sebelumya telah kembali secara mandiri, baik dengan biaya perusahaan maupun pribadi.
KBRI Beirut juga telah menetapkan status Siaga I untuk seluruh wilayah Lebanon sejak 4 Agustus 2024. Koordinasi intensif untuk menetapkan rencana kontingensi, termasuk rute evakuasi telah dilakukan dengan melibatkan seluruh perwakilan RI terkait, termasuk KBRI Amman, KBRI Beirut, KBRI Damaskus, KBRI Kairo, dan KBRI Roma.