Swasembada Pangan, Pemkot Padang Harus Siapkan 136 Hektar Lahan

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang diminta untuk menyiapkan lahan seluas 136 hektar untuk menanam jagung demi mencukupi kebutuhan bahan pakan ternak dalam tahun 2025.
"Dari Kementerian Pertanian meminta kami menyiapkan lahan untuk swasembada pangan. Ada dua komoditi, yaitu jagung dan padi," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani saat dihubungi, Jumat (17/1/2025).
Ia mengatakan, untuk lahan itu akan disiapkan melalui kelompok tani yang ada di Kota Padang nantinya.
1. Identifikasi lahan

Yoice mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan tahap identifikasi untuk lahan seluas 136 hektar tersebut.
"Identifikasinya berkaitan dengan lokasi-lokasi yang memungkinkan bisa menanami jagung pakan ternak," katanya.
Karena untuk menanam jagung pakan ternak, menurut Yoice, tidak bisa dilakukan di bekas sawah seperti yang biasa dilakukan oleh masyarakat.
"Biasanya masyarakat di Kota Padang ini hanya menanam jagung muda yang ditanam di bekas sawah, sebelum menanam kembali untuk padi," katanya.
Ia mengungkapkan, untuk jagung bakan ternak itu hanya bisa ditanami di wilayah yang kering dan bukan merupakan bekas sawah.
2. Lahan milik kelompok tani

Yoice mengatakan, untuk lahan yang akan digunakan nantinya adalah lahan yang dimiliki oleh kelompok tani di Kota Padang.
"Untuk jumlah kelompok taninya tentu sesuai dengan luas lahan yang dimiliki kelompok tani itu. Kalau luas lahannya bagus, bisa sedikit, tapi kalau lahannya cuma satu atau dua hektar, tentu harus banyak kelompok taninya," katanya.
Menurutnya, untuk penyiapan lahan itu akan dilakukan dalam enam bulan kedepan tergantung luas lahan yang dimiliki petani.
"Targetnya hingga Juni. Tapi bisa saja bergeser pada Mai atau April, tergantung kesiapan lahan yang kita miliki," katanya.
3. Bibit diberikan Kementerian Pertanian

Yoice mengatakan, petani yang mau menanam jagung pakan ternak itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian Pertanian.
"Bantuan yang akan diberikan itu berupa bibit jagung yang diberikan secara gratis dan tentunya bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani," katanya.


















