Kota Padang Butuh Rp5,5 Triliun untuk Pulih dari Bencana

- Kerugian capai triliunan rupiahFadli menjelaskan, akibat kerusakan yang terjadi itu, Pemkot Padang mengalami kerugian yang cukup besar. Dalam perhitungannya, kerusakan yang terjadi mencapai angka Rp5,5 triliun.
- Ribuan rumah warga rusakBerdasarkan pendataan, kerusakan rumah tercatat sebanyak 556 unit rusak berat, 2.207 unit rusak sedang, dan 2.934 unit rusak ringan.
- Kerusakan infrastrukturSelain perumahan, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur vital, diantaranya 31 unit rumah, 13 jembatan, sekitar 74 ribu meter jalan, 22 bendungan.
Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang menyatakan, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana membutuhkan biaya yang cukup besar. Wali Kota Padang, Fadli Amran menyatakan, biaya yang akan dikeluarkan tersebut karena banyaknya infrastruktur dan perumahan warga yang rusak.
"Sangat banyak kerusakan yang terjadi di Kota Padang saat bencana kemarin. Terutama untuk aliran sungai yang sudah terjadi pendangkalan yang ekstrem," katanya dalam keterangan resminya yang diterima IDN Times, Jumat (9/1/2026).
1. Kerugian capai triliunan rupiah

Fadli menjelaskan, akibat kerusakan yang terjadi itu, Pemkot Padang mengalami kerugian yang cukup besar. Dalam perhitungannya, kerusakan yang terjadi mencapai angka Rp5,5 triliun.
“Berdasarkan hasil diskusi bersama para tenaga ahli, total kerusakan dan kerugian yang tercatat mencapai sekitar Rp5,5 triliun," katanya.
Menurutnya, kerusakan yang terjadi paling banyak berakibat pada infrastruktur dan perumahan warga. Untuk kerusakan perumahan warga terhitung sebesar Rp2,4 triliun.
Sementara, untuk infrastruktur mencapai angka Rp2,7 triliun, ekonomi sebesar Rp154 miliar, sosial Rp93 miliar, dan lintas sektor sekitar sebesar Rp140 miliar.
2. Ribuan rumah warga rusak

Fadli Amran mengatakan, bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu itu berdampak terhadap 67.563 jiwa di Kota Bengkoang.
"Berdasarkan pendataan, kerusakan rumah tercatat sebanyak 556 unit rusak berat, 2.207 unit rusak sedang, dan 2.934 unit rusak ringan," katanya.
Menurutnya, untuk kebutuhan perumahan warga mencapai sekitar 800 unit rumah untuk Hunian Tetap (Huntap) yang akan didirikan kembali oleh pemerintah.
"Dari sebelumnya sekitar 500 unit rumah. 300 unit tambahan ini merupakan rumah yang harus direlokasi dari bibir sungai," katanya.
3. Kerusakan infrastruktur

Selain kerusakan di perumahan warga, Fadli mengatakan berbagai infrastruktur milik pemerintah juga mengalami kerusakan yang parah.
"Selain perumahan, kerusakan juga terjadi pada berbagai infrastruktur vital, diantaranya 31 unit rumah, 13 jembatan, sekitar 74 ribu meter jalan, 22 bendungan," katanya.
Selain itu, menurut Fadli juga ada lima gedung pemerintahan, puluhan fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan irigasi, hingga drainase, sistem penyediaan air bersih, serta area pertanian, dan perikanan yang juga mengalami kerusakan.


















