Musim Hujan Picu Harga Cabai, Pemprov Sumsel Jaga Ketersediaan Barang

- Kenaikan harga cabai merah keriting tidak sebanding dengan komoditas lainnya, seperti bawang merah dan putih.
- Pemerintah telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi lonjakan harga komoditas menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Palembang, IDN Times - Musim penghujan dan cuaca yang tak menentu memicu kenaikan harga komoditas cabai merah keriting di Sumatra Selatan (Sumsel) hingga Rp20 ribuan per kilogram
"Selain lonjakan permintaan, faktor cuaca musim hujan ini memengaruhi suplai pangan di pasar," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi, Sabtu (29/11/2025).
1. Harga cabai merah capai Rp70-75 ribu per kg

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, kenaikan drastis harga cabai merah keriting tak sebanding dengan komoditas lainnya yang masih stabil seperti bawang merah dan bawang putih.
"Data dinas perdagangan, harga cabai merah keriting di kisaran Rp70-75 ribu per kilogram. Sebelumnya, hanya Rp55-60 ribu per kilogram," jelasnya.
2. Kenaikan harga saat Nataru merupakan momen rutin

Sedangkan untuk harga komoditas lain yang diprediksi mengalami kenaikan jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), seperti bawang merah dan bawang putih, masih di angka Rp38-40 ribu per kg.
"Kita harus menyiapkan langkah antisipasi (kenaikan harga pangan). Karena nataru ini momen (tren kenaikan harga) memang terjadi rutin," kata dia.
3. Pemerintah jaga ketersediaan pasokan

Menghadapi lonjakan harga komoditas karena pasokan minimal dan permintaan tinggi jelang Nataru, pemerintah telah menyiapkan strategi khusus. Yakni melakukan penguatan stok dan kelancaran distribusi pangan.
"Ketersediaan stok cukup ke pasar tradisional dan modern. Kemudian gerakan pasar murah rutin dilakukan menjaga harga stabil di tingkat masyarakat. Langkah ini diharapkan dorong gejolak harga minim," ujar Ruzuan.


















