Hari Ibu: Perspektif Perempuan Palembang dalam Fotografi

- Even Musi Fotografis Festival (MUFF) Palembang merayakan perempuan dalam fotografi
- Fotografer perempuan menunjukkan keberdayaan dan kreativitas dalam seni potret dan visual kamera
- Perempuan fotografer memperlihatkan perspektif yang unik dan sensitifitas tinggi terhadap ekspresi perasaan dalam karya fotografi
Palembang, IDN Times - Peringatan hari ibu pada 22 Desember 2024 hadir lewat sudut pandang berbeda. Momen perempuan di hari ibu lahir kembali dengan perspektif dalam fotografi melalui even Musi Fotografis Festival (MUFF) Palembang.
Musi Fotografis Festival Palembang jadi bukti perempuan masih berdaya lewat karya. Perempuan mampu menciptakan seni melalui potret dan visual kamera hingga menjadi wujud estetika bermakna.
1. Pandangan fotografi terhadap perempuan masih lazim

Menurut Fenny Selly Pratiwi, salah seorang Fotografer Perempuan Palembang, keberadaan perempuan dalam fotografi semestinya bisa berkembang di tengah keterampilan dan kemampuan perempuan yang makin kreatif dan inovatif.
Namun kata dia, pandangan fotografi terhadap perempuan masih lazim. Apalagi keberadaan fotografi perempuan masih tergolong minim, khususnya di Palembang.
"Terlebih, masih adanya anggapan jika perempuan awam berkecimpung di dunia yang didominasi oleh para laki-laki," kata Fenny saat disuksi publik di Gedung Kesenian Palembang.
2. Fotografi perempuan memiliki sensitifitas tinggi

Fenny sebelumnya merupakan Fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara domisili Palembang. Kini sekarang dia lebih aktif di dunia pendidikan sebagai pengajar di Universitas Sriwijaya (Unsri) dengan tetap bergelut dalam seni fotografi terutama potret Bumi Sriwijaya.
"Dalam perspektif mengenai fotografi, perempuan memiliki sensitifitas tinggi terhadap sebuah perasaan dalam gambar yang dihasilkan," jelasnya.
3. Fotografi perempuan cenderung mengambil sisi foto menyentuh perasaan

Ia menyampaikan, peran perempuan dalam seni fotografi sebenarnya memiliki ciri khas. Potret dan gambar karya perempuan mempunyai filosofi berbeda yang tak banyak dihasilkan fotografer pria.
"Salah satu contohnya, pelepasan Yonif Tentara, seperti berpamitan. Aku sebagai perempuan, lebih sering mengambil sisi romantis ayah bersama anak. Suami bersama istri, begitu," kata Fenny.
Dia juga mengatakan, dalam perspektifnya sebagai fotografer perempuan, Fenny lebih cenderung mengambil sisi foto yang menyentuh perasaan. "Karena aku seorang ibu, jadinya aku sering ambil ekspresi anak-anak," kata dia
4. Fotografi dalam perspektif perempuan hadir lebih istimewa

Tak hanya Fenny, fotografer perempuan Dewi Andriani yang akrab disapa Dewi Rots menilai karya fotografi dalam perspektif perempuan hadir lebih istimewa karena bisa mematahkan statement patriarki orang-orang dengan karya-karyanya.
"Bangga karena orang-orang menganggap fotoanku itu foto laki-laki, tapi ternyata setelah tahu kalau aku perempuan, mereka kayak ga percaya," jelansya.
Dewi kerap menciptakan karya fotografi stage misalnya potret musik. Industri ini juga kata dia menjadi sebuah peluang besar. Sebab, tak banyak perempuan berkecimpung di dunia fotografi musik. Apalagi menjadi fotografer perempuan di sebuah konser gigs punk.



















