Petisi #SaveSFC Beredar, Suporter Laskar Wong Kito Galang Donasi

- Suporter Sriwijaya FC galang dana untuk krisis finansial tim
- Petisi #SaveSFC dan penggalangan dana dilakukan oleh inisiator suporter
- Ketua Singa Mania Eddy Ismail menyatakan petisi dilakukan karena pemain tidak mendapat sarapan di tempat penginapan
Palembang, IDN Times - Beredar petisi #SaveSFC 'Gerakan Sayang SFC' di media sosial (medsos), yang merupakan sikap kepedulian suporter terhadap kondisi manajemen tim Laskar Wong Kito yang makin terperosok. Petisi tersebut pun memuat ajakan penggalangan dana untuk membantu krisis finansial yang kini dialami oleh manajemen Elang Andalas.
Tiga orang suporter atas nama HM Masyaheril, Syahrizal, dan Marthin Anvetama diketahui menjadi inisiator dalam gerakan petisi dukungan serta penggalangan dana tersebut.
1. Petisi #SaveSFC merupakan gerakan sayang suporter terhadap pemain

Dalam petisi yang dibuat di situs change.org tersebut, disebutkan para pendukung dan pecinta Sriwijaya FC merasa sedih dan prihatin ketika mengetahui bahwa para pemain bakal melakukan mogok tanding di tanggal 14 Desember 2024 melawan PSPS Pekanbaru, karena hak yang seharusnya diterima pemain, [elatih dan staf belum terselesaikan.
"Satu persatu pemain telah pergi. SFC adalah bagian dari kebanggaan kami dan bagian penting dari pecinta sepak bola serta masyarakat Palembang Sumatra Selatan," tulis sang penggagas, dalam petisi tersebut.
Lalu disebutkan, suporter akan sangat menyayangkan jika klub sepak bola yang telah melahirkan banyak talenta ini harus terdegradasi ke Liga 3.
Oleh karena itu, mereka berinisiatif mengajak seluruh suporter yang masih mau mendukung Sriwijaya FC, untuk menggalang dana supaya hak para pemain dan staf bisa dibayarkan. Dengan harapan para pemain tidak akan mogok bermain.
"Seratus persen dana terkumpul akan kami serahkan kepada manajemen agar SFC dapat terus bertahan dalam mengarungi Liga 2 dan terus memberikan hiburan serta inspirasi bagi masyarakat Sumatera Selatan. Kami memohon kepada sebagai bagian dari masyarakat pecinta sepak bola Indonesia, agar bersama-sama membantu menyelesaikan atau paling tidak mengurangi masalah ini," tertulis dalam petisi tersebut.
2. Pemain Sriwijaya FC disebut tidak mendapat sarapan

Ketua Singa Mania (S-MAN) Eddy Ismail mengatakan, petisi #SaveSFC dilakukan sebagai bentuk rasa cinta mereka kepada Sriwijaya FC dan para pemain. Petisi itu juga muncul setelah kabar pemain tidak mendapat sarapan di tempat penginapan mereka, yakni Majestic Hotel.
"Kasihan pemain sampai tidak bisa makan, ini benar parah. Kami melakukan pengalangan dana dan donasi sebagai bentuk kasih sayang," kata dia, Rabu (11/12/2024).
3. Harap Sriwijaya FC tetap berlaga kontra PSPS Pekanbaru

Para pemain yang tidak mendapat sarapan di Majestic Hotel, kata Eddy, juga karena manajemen Sriwijaya FC tidak membayarkan biaya penginapan tim dan manajer hotel tak mendapat kabar.
"Kasihan sekali kan sampai segitunya (tidak dapat sarapan)," lanjutnya.
Dia juga berharap, Laskar Wong Kito tetap bermain menjamu PSPS Pekanbaru. "Jangan tidak main kami tetap ingin SFC bertanding. Kalau tidak bertanding bikin malu kita semua," jelasnya.
















