Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Momen Pelatih Semen Padang FC Keluhkan Sanksi Alhassan Wakaso

Momen Pelatih Semen Padang FC Keluhkan Sanksi Alhassan Wakaso
Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih
  • Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, mengeluhkan ketidakadilan terkait sanksi larangan bermain yang diterima oleh pemain Kabau Sirah, Alhassan Wakaso.
  • Eduardo menyayangkan sanksi yang diberikan kepada pemainnya dan menilai bahwa ada ketidakadilan dalam pemberian kartu oleh wasit pada beberapa pertandingan.
  • Ia menegaskan bahwa perubahan di setiap lini pesepakbolaan Indonesia harus dilakukan untuk kemajuan sepak bola Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida mengeluarkan unek-uneknya dalam mengarungi Lisa 1 Indonesia pada musim 2024/2025 ini. Pelatih asal Portugal ini mengeluhkan ketidakadilan terkait sanksi larangan bermain yang diterima oleh salah satu pemain Kabau Sirah, Alhassan Wakaso.

Dirinya menjelaskan, kejadian yang sama persis dengan yang dilakukan Alhassan Wakaso, juga terjadi saat laga menghadapi SPSM Makassar pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/2025 lalu.

"Pada laga kemarin itu saya melihat sendiri seorang pemain PSM Makassar mengucapkan hal yang sama diungkapkan oleh Wakaso pada saat menghadapi Persis Solo dan dia tidak diganjar kartu seperti Wakaso," katanya dalam konferensi pers jelang laga menghadapi PSIS Semarang, Rabu (16/4/2025).

Edu masih menyayangkan sanksi yang diberikan kepada pemainnya saat itu. Menurutnya, Wakaso tidak seharusnya mendapatkan sanksi tak bisa bermain selama lima pertandingan seperti yang dijatuhkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB).

1. Semen Padang FC hanya bermain full tim satu kali

Pemain Semen Padang FC menggelar latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Pemain Semen Padang FC menggelar latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Eduardo mengungkapkan, sejak pertengahan musim Liga 1 Indonesia 2024/2025, Semen Padang FC hanya satu kali bermain dengan full tim. Setelahnya, pasti ada pemain inti yang kurang.

"Kami bermain full tim itu hanya saat menghadapi Borneo FC. Setelah itu pasti ada kekurangan satu atau dua pemain dalam setiap pertandingan," katanya.

Menurut Eduardo, anak asuhnya sudah bermain dengan pengendalian emosi yang cukup baik sejauh ini. Tetapi, cukup banyak pelanggaran dan kartu kuning serta merah yang diberikan oleh wasit kepada pemainnya.

"Kalau dilihat dari pelanggaran yang terjadi, tidak banyak seharusnya yang diberikan kartu. Seperti Chaby yang hanya menyentuh sedikit saja pemain lawan dan langsung diberikan kartu kuning," katanya.

2. Sanksi yang diberikan cukup memberatkan

Tin Martic pemain Semen Padang FC latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Tin Martic pemain Semen Padang FC latihan di Stadion H Agus Salim Padang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Menurut Eduardo, beberapa sanksi yang diberikan kepada anak asuhnya dinilai sangat memberatkan. Karena cukup banyak pemainnya tidak boleh mengikuti pertandingan, bahkan banding yang diajukan tidak diterima.

"Saat kami mengajukan banding, tidak diterima. Tetapi saat tim lainnya mengajukan banding langsung diterima dan sanksi yang diberikan langsung dikurangi," katanya.

Hal tersebut menurutnya terjadi saat Tin Martic yang diganjar kartu merah saat menghadapi Dewa United pada pekan ke-26 lalu. Pemain asal Kroasia itu diberikan sanksi tidak boleh berlaga selama dua pertandingan.

3. Lakukan perubahan jika sepak bola ingin maju

Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Ia mengungkapkan, jika sepak bola Indonesia ingin maju, maka perubahan demi perubahan harus dilakukan di setiap lini pesepakbolaan Indonesia.

"Semua lini harus diperbaiki. Mulai dari pemain, pelatih, termasuk wasit juga harus diperbaiki jika sepak bola Indonesia ingin maju," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest Sport Sumatera Selatan

See More