Alhassan Wakaso Disanksi 5 Pertandingan, Semen Padang FC Banding

- Alhassan Wakaso mendapat sanksi tidak boleh main 5 pertandingan setelah kartu merah lawan Persis Solo.
- Manajemen Semen Padang FC banding atas sanksi tersebut, karena dianggap tidak wajar.
- Pelatih Eduardo Almeida menyayangkan banyaknya kartu kuning yang diberikan wasit kepada timnya.
Padang, IDN Times - Pemain Semen Padang FC, Alhassan Wakaso yang mendapatkan kartu merah saat laga menghadapi Persis Solo pada pekan ke-23 Liga Indonesia 2024/2025 lalu disanksi tidak boleh ikut bermain lima pertandingan.
"Kami juga heran saat adanya sanksi yang dikeluarkan untuk Wakaso ini. Ini menurut kami tidak wajar," kata Manager tim Semen Padang FC, Win Bernadino saat dihubungi IDN Times, Jumat (28/2/2025).
Ia mengatakan, untuk sanksi kartu merah biasanya hanya tidak boleh mengikuti tiga pertandingan saja. Tetapi dengan sanksi lima pertandingan tersebut, ia merasa sangat tidak pantas.
1. Ajukan banding ke komite disiplin

Karena sanksi yang diberikan dianggap tidak wajar, Win mengatakan bahwa managemen Semen Padang FC telah mengajukan banding kepada komite disiplin.
"Bandingnya kami ajukan kemarin dan saat ini masih menunggu hasil dari banding yang kami ajukan tersebut," katanya.
Menurutnya, sanksi tidak boleh ikut bermain lima kali pertandingan yang diberikan untuk Alhassan Wakaso tersebut tanpa adanya penjelasan apapun.
2. Bagaimana tanggapan pelatih Semen Padang FC?

Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida juga sangat menyayangkan banyaknya kartu kuning yang diberikan oleh wasit kepada anak asuhnya saat menghadapi Persis Solo lalu.
"Mungkin dengan berbicara soal ini saya akan di-suspend dan ini mungkin saja. Tapi, sejak dimulainya pertandingan melawan Persis Solo lalu, menurut saya ada beberapa pelanggaran yang dipaksakan," katanya dalam konferensi pers menjelang laga melawan PSBS Biak, Jumat (28/2/2025).
Menurut Eduardo, beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh anak asuhnya tidak seharusnya diganjar dengan kartu kuning. Karena ada beberapa pelanggaran yang tidak sepantasnya diberikan kartu kuning oleh wasit.
3. Kartu merah Alhassan Wakaso

Eduardo sangat kecewa dengan kartu merah yang diberikan untuk pemainnya, Alhassan Wakaso dalam laga menghadapi Persis Solo pada pekan kemarin.
"Sepak bola adalah tentang emosi. Saat pemain tidak melakukan pelanggaran dan dianggap pelanggaran, maka ada emosional mungkin saat melakukan protes," katanya.
Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa dirinya sangat dekat dengan Alhassan Wakaso saat disanksi kartu merah oleh wasit saat pertandingan menghadapi Persis Solo tersebut.
"Wakaso tidak mengucapkan kata-kata kasar itu kepada wasit. Tetapi kepada dirinya sendiri. Itu saya dengar sendiri dengan telinga saya," katanya.
4. Sanksi lima pertandingan sangat memberatkan

Menurut Eduardo, sanksi tidak boleh mengikuti lima pertandingan yang dijatuhkan untuk Alhassan Wakaso sangat memberatkan tim Semen Padang FC. Karena, saat ini tim berjulukan Kabau Sirah itu menyisakan 10 pertandingan sebelum berakhirnya liga Indonesia 2024/2025.
"Artinya, Wakaso hanya bisa menyumbangkan permainannya 50 persen dari pertandingan yang tersisa. Ini sangat memberatkan kami," katanya.
5. Pertanyakan kata kasar pemain asing lainnya

Dengan sanksi lima pertandingan tersebut menjadi pertanyaan bagi managemen Semen Padang FC dan juga tim pelatih.
"Kalau berkata kasar disanksi lima pertandingan, kenapa yang membahayakan pemain tidak disanksi yang sama. Itu kan lebih berbahaya lagi dibanding kata kasar," kata Win.
Sementara, Eduardo Almeida juga memperhatikan pemain asing tim lain yang juga mengucapkan kata-kata kasar saat berlaga baik dalam bahasa Spanyol, Brazil, hingga bahasa daerah.
"Seperti kata kasar dalam bahasa daerah juga sering diucapkan pemain lain saat tidak bisa mencetak gol atau kondisi lainnya. Kenapa tidak disanksi kartu merah juga?" katanya.















