Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina: Volume Tinggi Kendaraan Picu Biosolar Cepat Habis di Palembang
Antrean BBM di SPBU Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Antrean panjang Biosolar di sejumlah SPBU Palembang dipicu tingginya volume kendaraan, terutama di SPBU yang beroperasi 24 jam, sehingga konsumsi dan stok habis lebih cepat.

  • Pertamina menyebut jeda ketersediaan stok sekitar dua hingga lima jam dapat terjadi sambil menunggu kiriman berikutnya, namun kondisi ini sementara dan bukan penghentian penyaluran.

  • Untuk menjaga pasokan, Pertamina menambah serta menyesuaikan alokasi pengiriman, memprioritaskan SPBU bersediaan kritis, dan mengimbau warga tidak membeli berlebihan serta melapor ke PCC 135 bila ada kendala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kota Palembang saat pengisian Biosolar, setelah stok di beberapa lokasi habis lebih cepat akibat tingginya konsumsi.
  • Who?
    Masyarakat dan pengendara di Palembang, serta Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Area Manager Communication, Relations and CSR Rusminto Wahyudi.
  • Where?
    Sejumlah SPBU di Kota Palembang, terutama SPBU yang melayani penjualan Biosolar selama 24 jam.
  • When?
    Keluhan antrean disampaikan dan tanggapan Pertamina diberikan pada Senin, 21 September 2026. Jeda stok dapat berlangsung sekitar dua hingga lima jam pada kondisi tertentu.
  • Why?
    Volume kendaraan yang tinggi membuat konsumsi Biosolar di SPBU 24 jam meningkat dan stok habis lebih cepat sebelum pasokan pengiriman berikutnya tiba.
  • How?
    Pertamina menyesuaikan serta menambah alokasi pengiriman, memprioritaskan SPBU dengan stok kritis melalui pemantauan real time, dan meminta masyarakat tidak membeli BBM berlebihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak kendaraan di Palembang antre membeli Biosolar di SPBU. Biosolar jadi cepat habis, terutama di SPBU yang buka 24 jam. Pertamina bilang kadang stok kosong selama dua sampai lima jam sambil menunggu kiriman baru. Sekarang Pertamina menambah kiriman dan mengutamakan SPBU yang stoknya sedikit. Warga diminta tidak membeli terlalu banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah lonjakan konsumsi Biosolar akibat tingginya volume kendaraan, Pertamina menunjukkan respons operasional melalui pemantauan stok secara real time, penyesuaian alokasi, dan prioritas pengiriman ke SPBU dengan persediaan kritis. Langkah ini mencerminkan upaya menjaga penyaluran bagi masyarakat, sementara jeda ketersediaan diposisikan sebagai kondisi sementara saat menunggu pasokan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel merespons keluhan sejumlah masyarakat Kota Palembang atas antrean panjang di SPBU saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar.

Menurut Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi, antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan, khususnya di SPBU yang melayani Biosolar selama 24 jam sesuai pengaturan operasional.

"Padatnya antrean kendaraan di SPBU 24 jam menyebabkan konsumsi berlangsung lebih cepat," ujarnya, Senin (21/9/2026).

1. Konsumsi tinggi menyebabkan biosolar cepat habis

Pengendara mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Pettarani, Makassar, Sabtu (12/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Dia menyampaikan, Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan penyaluran Biosolar di Palembang. Pertamina juga, katanya, tetap memantau perkembangan di lapangan agar proses distribusi pasokan BBM berjalan lancar.

Rusminto mengatakan, kepadatan kendaraan membuat konsumsi biosolar berlangsung lebih cepat. Kondisi itu, lanjutnya, bisa saja terjadi pada waktu tertentu dan dapat menyebabkan jeda ketersediaan stok sebelum pasokan berikutnya tiba.

“Pada kondisi tertentu terjadi jeda ketersediaan stok sekitar dua sampai lima jam sambil menunggu pengiriman berikutnya,” jelas dia.

2. Pertamina melakukan penyesuaian alokasi stok BBM

Aktivitas pengisian BBM di SPBU Pettarani, Kota Makassar, Kamis (17/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Kondisi jeda dalam menunggu kedatangan pasokan tambahan biosolar saat konsumsi habis lebih cepat, kata Rusminto, hanya bersifat sementara dan bukan akibat penghentian penyaluran biosolar kepada masyarakat.

Untuk mengantisipasi kekosongan sementara, Pertamina melakukan penyesuaian dan penambahan alokasi pengiriman. Distribusi juga diprioritaskan ke SPBU yang memiliki stok kritis dengan pemantauan persediaan real-time.

“Pertamina terus melakukan penyesuaian dan penambahan alokasi pengiriman," katanya.

3. Minta masyarakat laporkan masalah distribusi BBM lewat contact center

Penyaluran BBM di sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung dipantau tim gabungan, Senin (21/9/2026). (Dok. PPN Sumbagsel).

Rusminto menambahkan, Pertamina memastikan agar penyaluran biosolar di wilayah Palembang tetap terjaga supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena dapat meningkatkan kepadatan antrean sekaligus mempercepat habisnya stok di SPBU.

"Apabila masyarakat menemukan kendala penyaluran BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 agar dilakukan tindak lanjut," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article