Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penyaluran BBM di Lokasi Bencana Sumatra Terhambat Akses Jalan

Penyaluran BBM di Lokasi Bencana Sumatra Terhambat Akses Jalan
Ilustrasi mobil tangki Pertamina. (dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • Distribusi BBM pascabencana di Sumatra masih terhambat karena akses jalan ke beberapa wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih.
  • Wilayah Gayo Luwes di Aceh menjadi area paling sulit dijangkau akibat kondisi jalan yang rusak dan tidak bisa dilewati kendaraan besar.
  • Pertamina Patra Niaga menggunakan mobil tangki berkapasitas lebih kecil untuk memastikan pasokan BBM tetap sampai ke masyarakat terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) pascabencana di Sumatra beberapa bulan lalu masih terhambat sampai saat ini. Belum semua wilayah terdampak bencana yang bisa dilewati oleh kendaraan pengangkut BBM.

Pertamina Patra Niaga mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak bencana agar mendapatkan BBM yang mencukupi sampai saat ini.

"Memang masih ada wilayah yang sulit untuk dijangkau pascabencana lalu," kata Kepala Seksi Komunikasi dan Humas Pertamina Patra Niaga, Romi M. Bachtiar.

1. Wilayah yang masih sulit dijangkau

Kepala Seksi Komunikasi dan Humas Pertamina Patra Niaga, Romi M Bachtiar
Kepala Seksi Komunikasi dan Humas Pertamina Patra Niaga, Romi M Bachtiar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Romi mengatakan saat ini wilayah yang sulit dijangkau pasca terjadinya bencana ekologi pada November 2025 lalu terdapat di wilayah Aceh.

"Untuk Regional Sumbagut, masih ada satu wilayah yang sulit untuk dijangkau, yaitu daerah Gayo Luwes di Aceh," katanya.

Menurutnya, wilayah tersebut sulit untuk dijangkau menggunakan kendaraan besar dan putusnya akses jalan juga sempat menjadi permasalahan yang dialami untuk mobilitas BBM.

2. Apa yang dilakukan Pertamina?

Warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam mengangkut bantuan yang diberikan oleh para dermawan
Warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam mengangkut bantuan yang diberikan oleh para dermawan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Romi mengatakan, untuk tetap menjamin kecukupan BBM di wilayah Gayo Luwes tersebut, pihaknya memilih untuk tidak menggunakan kendaraan berukuran besar.

"Untuk pemasokannya, kami biasanya kan menggunakan kendaraan dengan kapasitas 16 kiloliter. Nah, untuk ke wilayah itu kami gunakan kendaraan yang lebih kecil kapasitasnya," katanya.

Saat ini, di wilayah Gayo Luwes tersebut, pihaknya menggunakan kendaraan mobil tangki dengan kapasitas 5 kiloliter dan 8 kiloliter saja agar bisa menembus lokasi tersebut.

3. Tetap berupaya maksimal

Sungai di Salareh Aie, Kecamatan Palembayan mengalami kerusakan pasca bencana banjir bandang
Sungai di Salareh Aie, Kecamatan Palembayan mengalami kerusakan pasca bencana banjir bandang (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Romi mengatakan, meski mendapatkan hambatan dalam distribusi BBM, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk bisa menyalurkan BBM untuk masyarakat di lokasi bencana.

"Kami sudah berupaya maksimal dengan berbagai upaya. Semoga seluruh warga yang terdampak bencana bisa mendapatkan BBM yang cukup," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More