Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masuki Bulan April, Hujan Intensitas Tinggi Berpeluang Terjadi di Sumsel
tetesan air hujan di jendela (pexels.com/Sami Aksu)

  • BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Sumsel selama akhir Maret hingga awal April 2026 meski memasuki masa peralihan musim.
  • Pola konvergensi, belokan angin, serta aktifnya gelombang Equatorial Rossby memperkuat pembentukan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
  • Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan memantau pembaruan informasi melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial resmi BMKG Sumsel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan potensi hujan masih terjadi di Bumi Sriwijaya. Hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi sepekan ke depan meski Sumsel memasuki masa peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

"Dalam sepekan ke depan, parameter atmosfer global seperti Indeks ENSO di Nino 3.4 menunjukkan masih aktifnya fenomena La Nina lemah. Kondisi ini berpengaruh pada peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia," ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Sabtu (28/3/2026).

1. Masyarakat diminta waspadai cuaca ekstrem

ilustrasi pesawat yang berada di tengah hujan (pexels.com/Aibek Skakov)

Siswanto mengungkapkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada siang sampai malam hari dalam periode 28–30 Maret 2026 di sejumlah wilayah Sumsel. Daerah yang diperkirakan terdampak antara lain Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lubuklinggau, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, PALI, Musi Banyuasin, Palembang, dan OKI.

Memasuki periode 31 Maret hingga 3 April 2026, potensi hujan dengan intensitas yang sama masih akan terjadi di beberapa wilayah. Di antaranya meliputi OKU Timur, OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Ogan Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKI, hingga Palembang.

"BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu," jelasnya.

2. Pertumbuhan awan hujan masih dapat terjadi

ilustrasi musim hujan (pexels.com/Thgusstavo Santana)

Ia menambahkan, adanya pola konvergensi serta belokan angin di wilayah Sumsel turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini semakin diperkuat oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby yang meningkatkan peluang terbentuknya awan-awan konvektif.

"Berdasarkan faktor tersebut, secara umum wilayah Sumatra masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," bebernya.

3. Update cuaca dapat dilihat di medsos dan website BMKG

Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan petir, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan serta pengguna transportasi darat dan laut. Kondisi cuaca yang berubah cepat juga perlu diantisipasi oleh para nelayan dan pengguna jasa pelayaran di perairan timur Sumsel.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan terkini, masyarakat dapat mengakses kanal informasi resmi BMKG melalui website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infocuacasumsel.

Editorial Team