Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Konflik India-Pakistan, Apa Pengaruhnya Terhadap Ekspor Sumbar?

Konflik India-Pakistan, Apa Pengaruhnya Terhadap Ekspor Sumbar?
Ilustrasi Dokumen Ekspor by AI
Intinya Sih
  • Konflik India-Pakistan dapat mempengaruhi ekspor Sumbar ke depannya
  • Produk utama yang diekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati ke India dan Pakistan
  • Jika konflik tidak segera berakhir, mobilitas ekspor Sumbar akan terganggu dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Konflik India-Pakistan yang kembali memanas diprediksi akan mempengaruhi nilai ekspor Sumatra Barat kedepannya jika konflik tersebut tidak segera berakhir.

"Mudah-mudahan konflik tersebut akan membaik, sehingga tidak akan mempengaruhi nilai ekspor Sumbar nantinya," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram saat diwawancarai, Senin (5/5/2025).

Ia mengungkapkan, ekspor Sumbar akan terganggu karena selama ini beberapa produk di Sumbar kebanyakan diekspor ke India dan Pakistan.

1. Ekspor Sumbar kebanyakan CPO

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Majid mengungkapkan, ekspor Sumbar selama ini kebanyakan adalah jenis lemak dan minyak hewan nabati yang sebagian besar dikirim ke India dan Pakistan.

"Karena kedua negara ini merupakan pasar CPO terbesar. Mudah-mudahan akan cepat berakhir sehingga ekspor kita tidak terganggu nantinya," katanya.

Ia mengungkapkan, jika konflik tersebut tidak segera berakhir, maka mobilitas ekspor Sumbar kemungkinan besar akan terpengaruh dan akan menurun nantinya.

2. Berharap konflik tidak melebar

Dok : Pribadi
Dok : Pribadi

Majid berharap agar konflik antara India dan Pakistan saat ini tidak semakin melebar dan bisa didamaikan oleh PBB. Karena tidak hanya Sumatra Barat, beberapa negara lainnya juga akan terdampak.

"Karena kedua negara ini juga memiliki nuklir dan saat ini PBB sudah menengahi juga. Mudah-mudahan kedua negara ini bisa sama-sama menahan diri," katanya.

Menurutnya, jika ekspor Sumbar terganggu, maka akan berpengaruh juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor lainnya di Sumatra Barat.

3. Ekspor Sumbar Maret 2025

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Sumatra Barat pada Maret 2025 sudah mulai menurun dibanding Februari 2025 lalu sebesar 19,06 persen.

"Pada Maret 2025, tercatat nilai ekspor Sumbar sebesar 220 juta dolar AS dan didominasi oleh golongan lemak & minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 187,38 juta dolar AS," kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More